Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Sukses Muda di Bisnis Sofa

Ekonomi & Bisnis
18 Aug 2019
Sukses Muda di Bisnis Sofa

hariansuara.com, Jakarta - Vicky Dwi Cahyanti sedang sibuk di depan mejanya kala itu di hari Minggu. Terik cuaca panas di luar kantornya yang berada di pinggir jalan Raya Leuwinanggung tak membuatnya slow down. Ya, terima telepon, cek catatan sana sini di mejanya, menggubris sesekali sahutan calon suami WNA yang kebetulan datang, dan lain halnya. 

Belum lama juga Vicky baru pulang dari pulau Dewata. Bali memang bukan tempat asing baginya. Sebulan sekali rutin menyambangi pulau seribu pura ini. Namun, di antara kesibukannya wanita ramah ini menyempatkan diri berbincang dengan hariansuara.com, perihal bisnis sofa yang digelutinya.

Alexa Sofa, kata Vicky, bisa dibilang usaha keluarga. Berawal dari kakaknya yang memulai bisnis ini duluan.  Kakaknya kebetulan mengerti seluk beluk bisnis sofa dan furniture karena pernah bekerja di perusahaan furniture. Lantas berkeinginan ingin buka sendiri bisnis sofa. Saat itu di tahun  2014-2015, keinginannya terwujud dan bisnis sofanya mulai berjalan.  Selang beberapa tahun, Vicky masuk mengembangkan bisnis sofanya. 

"Awalnya itu buka usaha di Cibubur, namun karena tempatnya sempit lalu pindah ke tempat yang lebih besar lagi disini. Alexa Sofa ini memperbaiki segala jenis sofa dan juga memproduksi segala macam sofa," kata Vicky. 

Untuk produksi, Alexa Sofa menggunakan kayu meranti untuk sofa. Kualiatas kayu meranti berbeda dengan kayu pres. Pasalnya, kayu meranti cenderung kuat dan tahan lama. Dan mendapatkan bahan kayu Meranti tidak jauh dari lokasinya di Leuwinanggung. "Oh iya kami juga menggunakan kayu jati tapi bukan untuk rangka sofa," imbuhnya.

Segmen pasar yang disasar Alexa Sofa pun untuk semua kalangan. Vicky bercerita, banyak orang bilang Alexa Sofa kemahalan. Tapi mahalnya harga tentu sejurus degan kualitas yang diberikan.  

"Kalau yang di pasar busanya sedikit dan bawahnya banyak limbahnya. Beda dengan sofa yang kita produksi, full busa dan tidak ada limbah dalam sofa," tuturnya yang menambahkan Alexa Sofa memberikan garansi lima tahun untuk busanya. 

Alexa Sofa pun selalu mencoba memanjakan konsumennya. Caranya, dengan membuat sofa berdasarkan dengan keinginan konsumen atau kostum.

"Kami juga menjual dengan memberikan contoh terlebih dahulu, kemudian mengukur terlebih dahulu ukuran dari rumah konsumen terutama pintu, takutnya sofanya nanti tidak masuk kalau tidak diukur terlebih dahulu."

Akan halnya soal harga, Vicky berujar harga sofa yang dijualnya itu bervariasi, tergantung dengan kompleksitas sofa yang dibuat.  Dengan dibantu sembilan pekerja, dalam sebulan Alexa Sofa dapat memproduksi 10 set sofa, sementara untuk repainting dan reparasi bisa mencapai 30 set sofa.

Sekarang ini, Alexa Sofa sementara masih menyasar pasar di Jabodetabek. Walaupun daerah lain semisal Kalimantan dan luar negeri pernah dirambahnya. "Pernah juga Alexa Sofa mengirimkan 6 set kesana karena ada temen yang order ke kita," kata Vicky. 

Untuk pemasarannya, Alexa sofa banyak mengandalkan jalur online dan offline, atau mulut ke mulut. " Bisa dibilang perpaduan semuanya kita gunakan," tambahnya. Terkadang pula dari promosi mulut ke mulut, Vicky berhasil deal yang untungnya terbilang banyak. 

Namun tentu menjalankan suatu bisnis pasti ada kendala yang dihadapi. Vicky sedikit bercerita kendala utama yang dihadapinya, yaitu soal waktu. Ya, deadline! kadang dirinya suka bilang terlebih dahulu ke konsumen, buru-buru atau tidak sofa yang dipesannya ingin dibuat. Pasalnya, Vicky selalu menjunjung tinggi kualitas untuk menghindari komplen dan cacat produksi. 

"Hal ini yang saya coba hindari, komplen, karena Alexa Sofa selalu mementingkan kualitas" tuturnya yang punya harapan ingin buka cabang Alexa Sofa di tempat lain.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X