Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Gushcloud Targetkan Amerika dan China Sebagai Pasar Utama

Ekonomi & Bisnis
19 Sep 2019
Gushcloud Targetkan Amerika dan China Sebagai Pasar Utama

hariansuara.com, Jakarta - Gushcloud International, grup agensi influencer dengan fokus di bidang marketing dan entertainment, menerima 11 juta dollar AS dalam rangkaian pendanaan terbaru dari GDP Ventures. Investor lain termasuk raksasa keuangan global, KB Financial Holdings, Golden Equator Capital and Korea Investment Partners (via GEC-KIP Fund), Kejora Ventures, juga beberapa investor individu seperti, Mark Shaw dari Shaw Organisation, Chew Gek Khim, dan Russell Simmons dari Rush Communications.

Rangkaian pendanaan ini akan menyokong Gushcloud International dalam fase berikutnya dari rencana pertumbuhan perusahaan, termasuk didalamnya ekspansi global ke beberapa pasar utama seperti Amerika dan China yang secara efektif membangun jembatan peluang bagi banyak influencer, kreator dan perusahaan di Asia Tenggara bisa bekerja sama dengan influencer, kreator dan pasar hiburan di kedua negara ini, terutama Hollywood.

Perusahaan yang dikenal sebagai perusahaan influencer marketing nomor satu di Asia ini, juga merambah ke bisnis social commerce (SUMMER), label musik hip hop (Pluus Record), dan manajemen bakat (MADE Entertainment) bekerjasama dengan influencer besar dalam lingkup lokal dan regional. Bersamaan dengan fase ini, Gushcloud International mengumumkan beberapa perubahan dalam jajaran manajemen puncaknya.

Para pendiri Gushcloud International, Althea Lim dan Vincent Ha masing-masing dipromosikan menjadi CEO Grup dan Ketua Dewan Direksi. Ng Siang Hang berperan sebagai Global Brands Director yang mengepalai bidang pemasaran dan periklanan di Amerika Serikat. Sedangkan Oddie Randa dan Chloe Lim dipercaya memimpin Gushcloud di Asia. Kuik Xiaoshi dari Summer International juga terlibat sebagai Chief Strategy Officer bersamaan dengan mantan kapitalis ventura dari Hongkong, Andrew Lim untuk posisi Chief Financial Officer. 

“Ada peluang dalam pasar untuk representasi bakat yang efektif dari Barat di Timur dan sebaliknya. Melalui infrastrukturnya yang unik, Gushcloud International akan menjembatani kesempatan tersebut. Dengan melakukan hal tersebut, kami bisa membawa lebih dekat orang-orang dari berbagai macam budaya dengan aspirasi gaya hidup dan tujuan yang sama. Ini akan memberikan sebuah dampak yang kuat dalam bidang fashion, film, televisi, musik, olahraga, bahkan politik,“ ucap Russell Simmons. Investor asal Amerika ini juga akan mengambil peran sebagai Presiden Grup untuk memfasilitasi pendirian kantor agensi ini di Los Angeles, agar dapat lebih memenuhi kebutuhan para kreator, selebritas, dan influencer yang berbasis di AS, membangun daftar bakat dalam skala internasional untuk dibawa ke Asia.

Dengan rangkaian investor regional ini, Gushcloud International semakin memperkuat jejaknya sebagai kekuatan besar di Asia sambil terus menyasar ekspansi pasar utama di Amerika dan China.

“Amerika adalah rumah bagi bakat-bakat dan jenama terbesar di dunia, sementara China manjadi rumah bagi teknologi dan platform - platform utama dunia dengan audiens terbesar. Bersama investor dan mitra baru yang ikut bergabung, kami dapat memanfaatkan jaringan bakat dan cakupan pasar kami yang unik serta kecerdasan budaya kami untuk mencapai pertumbuhan yang signifikan bagi perusahaan di tahun-tahun mendatang,” ungkap Vincent Ha, yang baru-baru ini diangkat menjadi Chairman dari Gushcloud International. Menurut grup konsultasi Analysys International, ekonomi influencer China bernilai lebih dari 15,5 miliar dollar AS pada 2018 dan diperkirakan bahwa lebih dari 70% pemasar akan meningkatkan anggaran mereka di ranah ini pada beberapa tahun mendatang.

“Influencer Marketing adalah sebuah pasar yang masih terus berkembang di Indonesia, mulai dari perusahaan skala internasional sekelas Nestle dan Unilever yang terus meningkatkan pembelanjaan influencer secara terarah dan terukur, hingga konglomerat lokal seperti Mayora dan Tong Tji yang mulai menggunakan influencer sebagai duta produk mereka ganti selebritas. Setidaknya ada pertumbuhan pembelanjaan sebesar rata-rata 30% sejak tahun lalu.

Gushcloud akan terus mempertajam model bisnis-nya untuk mendukung kebutuhan klien - klien globalnya dengan fokus pada pasar utama seperti Indonesia, Korea, Amerika, dan China,” ungkap Oddie Randa, Director of Sales and Marketing untuk Asia Pasifik, yang juga merangkap Country Director untuk Indonesia.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X