Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Kualitas Pendidikan Penting Ditingkatkan Demi SDM Unggul

Ekonomi & Bisnis
11 Nov 2019
Kualitas Pendidikan Penting Ditingkatkan Demi SDM Unggul

hariansuara.com, Jakarta  - Sinergi antara Kementerian Pendidikan dan Kementrian Ketenagakerjaan sangat diperlukan untuk menciptakan tenaga kerja berkualitas dan tenaga kerja yang dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi. Hal ini diutarakan oleh Riza A. Pujaram, Peneliti INDEF, dalam diskusi Menunggu  Gebrakan 100 Hari Kebijakan SDM dan Ketenagakerjaan, Minggu, (10/11/2019). 

Peningkatan kualitas SDM di Indonesia masuk dalam misi Presiden Jokowi yang berada di urutan pertama dalam kampanyenya. Hal ini juga sejalan dengan visi RPJMN 2020 – 2024. Dalam visi misi Presiden peningkatan kualitas sumber daya manusia dijabarkan dalam enam program aksi. Dari enam komponen, empat diantaranya bersinggungan langsung dengan ketenaga kerjaan.

"Jika dilihat dari Peringkat kualitas Pendidikan pelajar di Indonesia berdasarkan human capital index diurutan ke-8 dibandingkan 9 negara ASEAN lainnya. Semantara itu berdasarkan Programme for International Student Assessment Results (PISA), kualitas pelajar Indonesia di urutan ke-65," tuturnya.

Pendidikan merupakan amanat UUD 1945. Penganggarannya bahkan masuk dalam UUD 1945. Namun, menurut Riza, peningkatan anggaran belanja 20% dari APBN belum terlihat dampaknya pada peningkatan kualitas Pendidikan di Indonesia. 

"Dari angka pengangguran yang di rilis BPS periode Agustus 2019, hal yang masih menjadi kendala adalah  Pengangguran tingkat SMK yang masih tinggi dan Profil tenaga kerja yang bekerja masih didominasi lulusan SD," tambahnya.

Hal diatas menunjukkan kualitas Pendidikan di Indonesia masih tertinggal, bahkan dengan negara-negara di ASEAN. Rilis BPS kemarin mengenai ketenagakerjaan masih menyisakan dua permasalahan pada tenaga kerja di Indonesia. Pertama adalah profil tenaga kerja berdasarkan tingkat Pendidikan yang ditamatkan banyak diisi oleh SD ke bawah. Kedua adalah tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tingkat SMK.

Peningkatan kualitas Pendidikan harus menjadi perhatian terutama dalam mengahdapi perubahan teknologi yang semakin cepat. Beberapa hal yang dapat dilakukan diantaranya pemnerintah harusberfokus pada kualitas Pendidikan dengan peningkatan kualitas guru. Distribusi guru berkualitas di seluruh Indonesia. Sarana dan prasarana sekolah minimal harus sudah terpenuhi. Mendorong riset, pengembangan, dna inovasi  diikuti dengan fasilitasi hasil riset, pengembangan, dan inovasi dengan industri. Peningkatan kualitas Pendidikan pada science, technology, engineering, art, dan mathematics 

Selain itu juga memasukkan kemampuan soft skill (leadership, kemampuan berkomunikasi, adaptasi, an lainnya  dalam kurikulum. Membenahi kurikulum Pendidikan (terutama SMK) sehingga dapat meningkatkan kualitas Pendidikan hingga memenuhi standar dengan kebutuhan industri yang menjadi prioritas nasional. Meningkatkan sinkronisasi dengan kebutuhan industri yang menjadi prioritas nasional.

Semantara untuk mengurangi TPT jenjang Pendidikan SD, berupa peningkatan kapasitas kemampuan TPT dengan jenjang pendidikan SD dengan memaksimalkan peran balai pelatihan dan sertifikasi keahlian serta Pendidikan kesetaraan untuk lulusan SD yang sesuai dengan sektor prioritas daerah/ nasional.

"Untuk mengurangi pengangguran tingkat SD bisa dibuka public sector job (petugas kebersihan taman, petugas kebersihan jalan. Pada jangka Panjang pastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah di tingkat SD untuk mengurangi beban tingkat pengangguran masa depan," pungkasnya. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X