Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Indonesia Ekspor Temulawak ke Kamboja

Ekonomi & Bisnis
14 Dec 2019
Indonesia Ekspor Temulawak ke Kamboja

hariansuara.com, Jakarta -  Obat herbal di Indonesia berkembang dengan baik, mulai dari penemuan sumber botani baru dan senyawa fraksional aktif, formulasi baru, standardisasi bahan baku dan proses pembuatan, hingga pengujian pra-klinis dan klinis produk. Industri jamu juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Mempertimbangkan tren perkembangan ini, Badan POM meningkatkan regulasi dan standar jamu. Untuk itu Badan POM melakukan komunikasi intensif dengan Food and Drug Administration (FDA) di negara-negara lain sebelum penetapan standar dan peraturan baru. Badan POM juga membangun komunikasi yang baik dengan industri untuk menciptakan upaya strategis dalam meningkatkan daya saing.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa, seiring perkembangan sains dan teknologi, kini jamu perlu terus dikembangkan dengan memperhatikan keamanan, manfaat, dan kualitasnya. “Sinergitas berbagai pihak baik pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas lain perlu dimaksimalkan untuk pengembangan potensi obat herbal di Indonesia melalui riset yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Kepala Badan POM menjadi saksi keberhasilan sinergi akademis, komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah (ABCG) dalam rangka hilirisasi pemanfaatan hasil penelitian obat tradisional. Keberhasilan sinergi ini diwujudkan dalam bentuk Pengiriman Produk Ekspor Curcuma oleh PT Soho Industri Pharmasi ke negara Kamboja.

“Hari ini, salah satu herbal Indonesia, yaitu temulawak yang diproses dengan inovasi berdasarkan saintifik dan teknologi baru sehingga dapat diterima secara global karena mutu produk yang cukup tinggi. Saya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada PT Soho yang telah fokus mengembangkan temulawak dengan menerapkan konsep seed to patient di kebun riset Soho di Sukabumi,” tutur Penny K. Lukito.

“Konsep seed to patient berarti keseluruhan proses telah distandarisasi dan dikontrol, mulai dari penanaman bibit, proses panen, penyimpanan, sampai produk jadi diterima oleh konsumen. Dengan demikian keamanan dan konsistensi kualitas dari produk jadi yang dihasilkan terjamin,” lanjutnya.

Ekspor produk temulawak ini menjadi motivasi Badan POM untuk terus mendorong hilirisasi riset pengembangan produk yang mengandung herbal asli Indonesia.

“Kami terus mendukung pelaku usaha yang serius dalam mengembangkan, memproduksi, dan mengekspor produk dalam negeri berdaya saing tinggi yang berasal dari tanaman asli Indonesia,” ujar Penny K. Lukito. “Mari bersama kita kenalkan beragam kekayaan alam Indonesia kepada dunia.” tutupnya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X