Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Dana Desa Belum Efektif Kurangi Angka Kemiskinan

Ekonomi & Bisnis
17 Jan 2020
Dana Desa Belum Efektif Kurangi Angka Kemiskinan

hariansuara.com, Jakarta - Riza Annisa Pujarama, Peneliti INDEF,  mengatakan dana desa sebagai salah satu instrumen untuk mengatasi kemiskinan di perdesaan belum efektif dalam mengurangi penurunan tingkat kemiskinan. Hal ini disebabkan karena dana desa masih banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan saluran irigasi. 

"Sementara itu program pemberdayaan ekonomi yang berfokus pada pengentasan kemiskinan belum banyak tersentuh. Sehingga sudah saatnya alokasi dana desa dialihkan sebagian untuk program pemberdayaan ekonomi, dengan begitu penurunan angka kemiskinan akan lebih nendang, " tuturnya dalam diskusi online INDEF dengan tema Urgensi Penyelematan Kelas Menengah: Respons terhadap Angka Kemiskinan yang Baru, Kamis, (16/1/2020).

Berikutnya, untuk mendukung pemberdayaan ekonomi maka diperlukan pendampingan, pelatihan dan pengawasan intensif sehingga perlu ada perbaikan kapasitas perangkat desa sekaligus peningkatan kapasitas SDM masyarakat desa.

Riza mengatakan basis ekonomi perdesaan rata-rata adalah pertanian, namun hingga saat ini masih banyak yang dilakukan dengan cara-cara konvensional sehingga produktivitasnya rendah. Untuk mengatasinya maka dapat dilakukan pengembangan teknik bertani agar produktivitas meningkat (hal ini diikuti dengan peningkatkan akses terhadap lahan dan terhadap modal).

"Selain bertani, berkebun juga merupakan sector yang banyak berkembang di perdesaan namun demikian masih belum digeluti dengan fokus, sehingga ketika harga komoditas jatuh maka akan ditinggalkan. Hal ini seperti yang banyak terjadi di perdesaan di daerah Nias yang merupakan penghasil karet. Ketika harga karet jatuh maka karet ditinggalkan. Sehingga untuk mengatasinya perlu dilakukan upaya pemberian nilai tambah pada produk komoditas unggulan," imbuhnya

Permasalahan lain yang kerap timbul atas produk BUMDes, UMKM, dan komositas unggulan di perdesaan adalah pemasaran dan distribusi dalam hal ini transportasi, sehingga perlu peningkatan akses terhadap distribusi yaitu jalan dan moda transportasi sekaligus peningkatan akses terhadap pemasaran produk. Penciptaan sinergitas program pembangunan antara desa, kecamatan, dan kabupaten agar lebih terarah dan tidak tumpang tindih serta sinergitas lintas desa dapat membantu perluasan akses terhadap jalur disribusi dan pemasaran produk BUMDes, UMKM.

Riza mengatakan perlu ada pembukaan akses terhadap sektor ekonomi baru di perdesaan selain pertanian dan perkebunan dapat meningkatkan perekonomian dan mengurangi kemiskinan. Menurut World Bank kegiatan non pertanian yang dapat dikembangkan di perdesaan adalah kegiatan rantai nilai, seperti transportasi, distribusi, pemasaran, dan ritel, serta pariwisata, manufaktur, konstruksi dan pertambangan, ditambah kegiatan wirausaha (kerajinan tangan, toko roti, mekanik, kios, dan sebagainya). Selain hal tersebut hal paling mendasar yang dapat membantu mengurangi kemiskinan adalah pemenuhan terhadap standar pelayanan publik di tingkat perdesaan.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X