Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Produktivitas Tebu yang Rendah Picu Tingginya Harga Gula Nasional

Ekonomi & Bisnis
29 Feb 2020
Produktivitas Tebu yang Rendah Picu Tingginya Harga Gula Nasional

hariansuara.com, Jakarta - Peningkatan produktivitas tebu dapat dilakukan untuk menekan impor gula. Saat ini, harga gula lokal tiga kali lebih mahal dibandingkan dengan harga gula di pasar internasional. Tingginya harga gula lokal mengindikasikan adanya permintaan yang tidak tercukupi oleh supply. Produksi on farm juga terhambat oleh konversi lahan dan petani yang beralih ke tanaman lain seperti padi.

Selain on-farm, peneliti CIPS Felippa Amanta mengatakan salah satu penyebab rendahnya produksi gula lokal adalah banyak pabrik gula di Indonesia yang sudah sangat tua.

Pabrik-pabrik gula ini perlu mendapatkan revitalisasi. Revitalisasi pabrik gula di Indonesia harus didukung adanya inovasi dalam teknologi. Pemerintah perlu membangun dan mengembangkan ekosistem riset yang mendukung terciptanya inovasi teknologi. Inovasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pabrik gula dalam menghasilkan gula yang berkualitas. Pabrik gula juga perlu menerapkan teknologi yang lebih mendukung hasil produksi yang lebih efisien. Beberapa hal tersebut belum mempertimbangkan kualitas tebu yang ditanam yang dipengaruhi oleh faktor geografis dan iklim lokal.

“Menekan impor gula bukan pekerjaan mudah, apalagi melihat kebutuhan gula yang semakin meningkat. Menekan impor gula dapat dilakukan apabila produksi dalam negeri sudah mencukupi permintaan dan tersedia pada harga yang terjangkau di pasar. Tentunya dengan memiliki komoditas gula yang terjangkau dan tersedia secara lokal, baik produsen maupun konsumen sama-sama untung,” jelasnya dalam siaran pers CIPS belum lama ini.

Berdasarkan data USDA dan BPS pada 2009-2018, harga gula yang beredar di pasaran (gula kristal putih) menunjukkan perbedaan harga dimana harga produk domestik hampir tiga kali lebih mahal dari harga internasional. Dengan kondisi ini, upaya menekan gula impor tentunya dapat berpotensi mengurangi peredaran gula di pasar, yang pada akhirnya bisa meningkatkan harga menjadi jauh lebih mahal lagi. Pada akhirnya, konsumen dan unit usaha UMKM yang menggunakan gula sebagai bahan produksinya akan menanggung kerugian.

“Mempertimbangkan penekanan impor gula bukan merupakan hal yang salah, namun sebaiknya yang patut diutamakan adalah peningkatan daya saing pabrik gula Indonesia dan kebijakan pemerintah yang mendorong modernisasi pabrik gula dapat menjadi salah satu langkah awal yang patut dipertimbangkan untuk menekan harga gula,” tandasnya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X