
hariansuara.com, Jakarta - Sebagaimana diketahui bahwa penyebaran Covid-19 membawa dampak terhadap segala aktivitas ekonomi, diantaranya kegiatan industri, perdagangan, investasi serta pariwisata.
Ahmad Heri Firdaus, Peneliti Indef, mengatakan Tiongkok sebagai negara yang terbilang mengawali kasus ini mengalami guncangan ekonomi yang cukup berat dan membawa dampak ke negara mitranya, kegiatan perdagangan internasional menjadi tersendat akibat menurunnya produktivitas di Tiongkok.
"30 persen impor (nonmigas) Indonesia berasal dari China diantaranya yg paling besar adalah kelompok bahan baku dan penolong," tuturnya, Minggu, (15/3/2020).
Hal ini tentu membawa dampak lanjutan terhadap kegiatan industri di dalam negeri, yang mulai kesulitan mengakses bahan baku/penolong impor, akibatnya produktivitas industri pun menurun.
Mengingat saat ini 17% ekonomi dunia disumbang oleh Tiongkok, maka diperkirakan dampak Covid-19 akan lebih besar dari SARS. Tiongkok merupakan mitra dagang yang semakin penting atau dengan kata lain Indonesia semakin bergantung dalam berdagang dengan Tiongkok.
Selain bergantung terhadap impor non migas (30%an), hampir 17% ekspor non migas Indonesia juga bergantung ke pasar Tiongkok.
Sementara untuk impor, beberapa produk Indonesia sangat bergantung dari Tiongkok terlihat dari porsinya yang sangat tinggi sementara alternatif negara asal impor yang lain hanya bisa berperan cukup kecil, misalnya untuk impor komponen HP, Tiongkok memberikan 62%, Hongkong 22%, Taiwan 8,9%. Dalam kondisi ini seharusnya Indonesia perlu melakukan diplomasi bilateral dengan Hongkong dan Taiwan untuk negoisasi apakah kedua negara tersebut mampu menggantikan peran Tiongkok dalam mensupport komponen HP tersebut.
"Menurut perhitungan saya, perdagangan dunia akan menurun 8% pada 2020, dan dampak terhadap Indonesia cukup besar, dimana ekspor kita berpotensi anjlok 6,8%. dengan menggunakan kalkukasi Global Trade Analysis Project (GTAP)," tuturnya.
"Oleh sebab itu, agar perhitungan tersebut tidak menjadi kenyataan, maka Indonesia harus melakukan di luar paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah baru-baru ini, perlu strategi jangka pendek untuk mengupayakan agar produktivitas output industri dan perdagangan tetap tumbuh sesuai target."(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU