Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

CIPS: Penanganan Kasus Covid-19 Berpotensi Perbaiki Nilai Tukar Rupiah

Ekonomi & Bisnis
25 Mar 2020
CIPS: Penanganan Kasus Covid-19 Berpotensi Perbaiki Nilai Tukar Rupiah

hariansuara.com, Jakarta -  Untuk menjaga agar nilai tukar Rupiah tidak semakin terpuruk, pemerintah perlu meningkatkan berbagai upaya dalam menangani kasus covid-19. Salah satunya adalah pada kesiapan tenaga medis.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan pemerintah harus bisa memastikan para tenaga medis di semua rumah sakit, terlebih di rumah sakit yang menjadi rujukan dan pusat penanganan kasus covid-19, didukung oleh peralatan dan kelengkapan medis yang memadai. Langkah pemerintah untuk memberikan insentif bagi mereka yang bertugas dalam menangani kasus covid-19 di daerah tanggap darurat juga perlu diapresiasi karena dapat memberikan sentimen positif kepada masyarakat dan pasar.

“Perlindungan terhadap tenaga medis juga tidak kalah penting karena mereka berhubungan langsung dengan pasien. Perlindungan yang memadai adalah tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat, termasuk para tenaga medis. Di sisi lain, hal ini akan membuat masyarakat dan pasar lebih optimistis dalam menyikapi perkembangan penanganan covid-19 di Indonesia di tengah peningkatan kasus yang terjadi saat ini.” jelas Pingkan.

Faktor lain yang memengaruhi pelemahan nilai tukar Rupiah adalan aksi para investor dan pelaku pasar untuk menjual asetnya, sepeti saham, obligasi dan emas, ke dalam bentuk kurs dolar. Tidak hanya Indonesia, beberapa mata uang negara lain seperti China, Singapura, Malaysia, Korea, India dan Jepang juga mengalami depresiasi terhadap Dolar Amerika Serikat dengan pergerakan yang bervariasi.

Terkait pertumbuhan ekonomi, Pingkan melihat masih ada harapan untuk melihat ekonomi tetap tumbuh di masa sulit seperti ini. Ia memandang pergerakan Rupiah masih sangat dinamis. Langkah pemerintah melalui pemberian rencana pemberian paket stimulus jilid III dan juga Rapat Dewan Gubernur BI yang memutuskan penurunan kembali suku bunga acuan ke level 4,50% sangat positif. BI juga menyebut pihaknya sudah menyediakan mata uang dolar secara tunai. Walaupun demikian, Pingkan juga meminta pemerintah untuk tetap responsif terhadap dinamika perekonomian global. Hal ini penting untuk dilakukan sebagai langkah dalam meminimalisir dampak dari resesi.

“Untuk menjaga konsumsi terus tumbuh, pemerintah juga perlu fokus pada ketersediaan dan akses masyarakat terhadap komoditas pangan dan barang-barang yang saat ini dianggap penting, seperti obat-obatan, masker dan hand sanitizer. Konsumsi bisa menjadi stimulus perekonomian nasional. Di saat yang bersamaan, pemerintah juga bisa menjaga kestabilan harga di pasar dengan memastikan ketersediaan,” jelasnya.(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X