
hariansuara.com, Jakarta - Sejumlah pedagang bawang putih mengeluhkan buruknya tata niaga bawang putih nasional. Harga komoditas tersebut terus anjlok usai diberlakukan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020 terkait relaksasi impor bawang putih dan bombai.
Mereka menyuarakan anjloknya harga sampai ke tingkat paling rendah. Hal ini ditambah adanya pandemi Corona (Covid-19)
Salah seorang pedagang bawang putih Pasar Induk Kramat Jati, Khairul Piliang, mengatakan sebelum relaksasi harga bawang putih sempat berada pada kisaran Rp60.000 per kilogram. Pun, harga bawang bombai di kisaran Rp120.000 per kilogram.
"Jika diberlakukan pasti naik, bulan depan lah pasti harga udah di atas Rp15.000 lagi gambaran saya," kata Khairul dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 18 Juni 2020.
Dia mewakili pedagang ada suara kecemasan lantaran berakhirnya relaksasi impor per 31 Mei 2020. Ia bilang dengan peraturan yang sering berubah maka bisa memunculkan indikasi permainan harga kembali oleh segelintir importir.
Khairul menambahkan, adanya dugaan praktik penimbunan stok bawang putih saat harga mulai naik. Dibandingkan saat aturan relaksasi, harga kedua komoditi bahan pangan tersebut malah turun dan tidak stabil.
"Bawang putih menjadi rata-rata Rp25.000 per kilogram dan bombai Rp20.000 per kilogram. Udah pasti itu (penimbunan), kalau saya orang pasar, mahal dibeli, mahal dijual," ujarnya.
Pun, ia meminta seharusnya pemerintah bisa menertibkan oknum mafia dan penimbun yang nakal. Sebab, kondisi saat ini merugikan para pedagang.
Untuk diketahui, harga bawang putih dan bombai anjlok sejak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pulau Jawa, terutama di DKI Jakarta.
Periode Februari-Maret 2020, harga komoditi tersebut sempat moncer. Harga bawang putih sempat menembus Rp60.000 per kilogram dan bawang bombai Rp150.000 per kilogram. Dalam kondisi normal, kedua komoditi itu biasanya cuma di angka Rp20.000 per kilogram.
Pengakuan pedagang bawang putih lainnya di Pasar Induk Kramat Jati, Asih menyampaikan pada Mei 2020, harga komoditi itu terus menurun. Sebab, bawang putih dan bombai impor sudah mulai banyak masuk ke Indonesia.
"Kondisi saat ini harga sudah turun, tadinya sempat tinggi. Sekarang harga bawang putih jenis kating Rp20.000 dan honan Rp19.000. Lalu ke bawah di pedagang eceran jual kisaran Rp24.000-Rp25.000, biasanya mereka ambil selisih sekitar Rp5000 per kilogram. Kalau bawang bombai itu Rp250.000 sekarung isinya 20 kilogram," ujarnya.
Pedagang lain, Saiful mengatakan harga bombai dari Selandia Baru berukuran kecil dan besar lebh murah dengan Rp11.000 sampai 14.000 per kilogram.
Ada juga bawang bombai asal Cina yang lebih murah dengan kisaran Rp7.500 sampai Rp10.000 per kilogram.(*) zai/zai.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU