Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Luhut: Investasi Industri Alumina Bisa Melonjak Sampai 2,5 Miliar Dolar AS pada 2027

Ekonomi & Bisnis
03 Jul 2020
Luhut: Investasi Industri Alumina Bisa Melonjak Sampai 2,5 Miliar Dolar AS pada 2027

hariansuara.com, Bintan - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau PT Bintan Alumina Indonesia di Pulau Bintan pada Kamis, 2 Juli 2020. Luhut dalam kesempatan itu yakin industri pengolahan bauksit, alumina nasional bisa menambah pasokan material untuk mobil listrik.

Selain itu, industri alumina juga kalau digarap serius maka bisa mengurangi impor dan bermanfaat untuk kebutuhan dalam negeri. 

“Industri ini mengolah bauksit menjadi alumina kita bisa produksi turunannya yang bisa dijadikan untuk badan pesawat, kabel, kawat tembaga, tekstil, alat-alat elektronik dan lain lain. Turunan bauksit, seperti copper, nickel ore, bisa menjadi material untuk memproduksi mobil listrik,” kata Luhut dalam keterangan resminya yang dikutip hariansuara, Jumat, 3 Juli 2020.

Luhut menambahkan industri alumina juga bisa mengurangi impor kebutuhan cobalt yang selama ini diimpor dari Kongo. Pun, kata dia, industri yang kini menempati kawasan seluas 300 ha rencananya akan diperluas hingga 500 ha. Angka investasi akan melonjak hingga 600 juta dolar AS.

Namun, ia menyebut angka investasi nanti bisa melonjak sampai 2,5 miliar dolar AS pada 2027. Sebab, selama ini industri di Tanah Air tak pernah impor alumina. 

"Dengan adanya industri ini kita menghentikan ekspor bauksit, mengurangi impor alumina. Karena kebutuhan alumina selama ini selalu ekspor. Inalum, contohnya, selama ini mereka impor dari Australia. Cost-nya akan jauh lebih murah dengan alumina kita. Jadi ini industri yang bisa melayani supply chain dalam negeri sampai global,” jelas Luhut.

Bagi Luhut, proyek ini strategis mengingat produk turunannya bisa diekspor ke Amerika, China, dan, Jepang. Lalu, PT Bintan Alumina Indonesia saat ini mempekerjakan sekitar 20,000 tenaga kerja dan kurang dari 10% dari jumlah itu adalah tenaga kerja asing. 

“Seperti di Morowali dan daerah lainnya, tenaga kerja asing itu mengerjakan hal-hal yang tidak bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal. Secara bertahap mereka akan bangun Politenik, kita sudah bicarakan dengan Gubernur dan Bupati. Jadi tidak benar  pendapat yang mengatakan TKA akan menjajah kita, tidak seperti itu," ujar Luhut. 

Usai peninjauan dari Bintan, Luhut menuju Kota Batam untuk memimpin rapat koordinasi tentang lego jangkar dan penataan kabel. Rakor tersebut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, perwakilan Kementerian Perhubungan, Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidrosal) TNI-AL.

“Pada rapat tadi kami membahas penataan ketiga area lego jangkar, yang telah ditetapkan, yakni Perairan Tanjung Balai Karimun, Perairan Nipah, dan Perairan Pulau Galang. Sudah sampai pada tahap eksekusi dan saya harap bisa kita selesaikan dalam waktu dua minggu,” sebut Luhut.

Sebelumnya, terdapat 11 titik lego jangkar di perairan Kepri sehingga menyulitkan pengawasannya. Dalam rakor itu, Luhut meminta semua pihak menyertakan pemerintah daerah agar bisa menambah pendapatan daerah. (*) mel/umi 

Foto: Dok. Kemenko Kemaritiman dan Investasi

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X