Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Luhut: TKA China Bisa Didik Tenaga Kerja Lokal

Ekonomi & Bisnis
27 Jul 2020
Luhut: TKA China Bisa Didik Tenaga Kerja Lokal

hariansuara.com, Jakarta - Indonesia masih perlu tenaga kerja asing dan investor untuk kebaikan sektor ekonomi di tengah pandemi Corona Covid-19. Tak hanya perbaikan ekonomi, tapi juga ada dampak positif lain seperti transfer teknologi sampai bidang pertambangan.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bagi dia, dalam urusan business to business (B to B)dalam suatu negara harus pertimbangkan segala sektor kebaikan untuk rakyat.

"Semua tentu ada tujuan. Ya, misalnya bagaimana transfer teknologi dilakukan. Mereka pun bisa mengekstrak kobalt ke low grade nickel ore. Kalau begitu kita kan enggak perlu impor dari Kongo Afrika. Ini dilakukan B to B," kata Luhut dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang dikutip hariansuara pada Senin, 27 Juli 2020.

Luhut pun menyinggung kedatangan 500 tenaga kerja asing atau TKA ke Polewari Mandar, Sulawesi Barat. Menurutnya, 500 TKA asal China yang sempat membuat heboh ini punya dampak positif, yaitu mampu menciptakan lapangan kerja.

Kata dia, 500 TKA itu karena sejumlah investor asal China yang punya kepentingan bisnis di Tanah Air. Dengan kondisi itu, investor asing itu juga melakukan transfer teknologi, pelatihan dan kerja sama yang lain.

"Kita butuh 5 tahun lagi ke depan untuk bisa menjadi mandiri agar bisa menjadi negara maju," jelas Luhut.

Luhut pun menilai para TKA China yang datang ke Tanah Air itu bisa mendidik para pekerja lokal. Ia menekankan Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga kerja lokal yang terampil.

"Kalian (TKA) harus mendidik tenaga kerja lokal, karena kita enggak punya cukup. Di Morowali itu mana bisa cukup. Di Konawe Utara itu mana cukup," jelas Luhut.

Kemudian, ia menyampaikan transfer teknologi dalam kepentingan business to business harus jadi catatan penting. Kata dia, hal ini menyesuaikan visi misi pemerintahan Jokowi dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang andal.

"Semua itu harus kita lihat dalam B to B. Ini juga yang jadi visi misi kita untuk mendongkrak kualitas SDM," tutur Luhut.(*) umi/umi          FOTO: Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan/ANTARA NEWS

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X