
hariansuara.com, Jakarta - Pemeritah melalui Kementerian Keuangan sudah mendata 12 juta nomor rekening milik para pekerja bergaji di bawah Rp5 juta per bulan. Jumlah itu berasal dari 15,5 juta pekerja yang jadi calon penerima bantuan langsung tunai atau BLT sebesar Rp600 ribu per bulan.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu menjelaskan adanya sisa data 3,5 juta dari 15,5 juta pekerja tersebut adalah pata pekerja dari sektor informal.
"Saat ini ada 12 juta yang sudah daftar, dimana peserta sudah secara mandiri melaporkan nomor rekeningnya ke BPJS Ketenagakerjaan. Kalau dia lapor nomor rekeningnya, maka uang Rp2,4 juta itu bisa ditransfer," kata Febrio dalam telekonferensi secara virtual yang dikutip hariansuara pada Kamis, 20 Agustus 2020.
Namun, untuk data sisa 3,5 pekerja itu masih menunggu data rekeningnya. "Kalau itu ya masih menunggu," ujarnya.
Febrio menekankan, pemberian BLT ini berasal dari realokasi anggaran di setiap Kementerian dan Lembaga. BLT ini sebagai bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
"Subsidi gaji selama empat bulan ini dibagikan sebagai bantuan sosial akibat pandemi corona Covid-19," lanjut Febrio.
Dia menambahkan, realokasi anggaran ini juga sesuai dengan tujuan pemberian PPh 21 untuk karyawan. Maka itu, program ini juga dinilai sudah sesuai dengan tujuan tersebut.
"Karena kan tadinya buat PPh 21, tapi untuk karyawan harusnya berbentuk cash," kata Febrio.
Pun, ia menjelaskan dengan rujukan BPJS Ketenagakerjaan maka data lebih akurat.
"Ada kendala masalah administrasi dan teknis sehingga sekarang lebih masuk akal buat subsidi gaji melalui data BPJS Ketenagakerjaan dan datanya lebih bagus," ujarnya. (*) nis/umi FOTO: Pekerja perangkat alat elektronik/ANTARA-Yulius Satria Wijaya
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU