
hariansuara.com, Jakarta - Kondisi ekonomi nasional tergerus imbas pandemi Corona Covid-19. Kondisi saat ini dinilai lebih parah ketimbang saat krisis 1998.
Demikian analisis ekonom senior, Rizal Ramli. Menurut dia, kondisi ekonomi akibat virus memul banyak sektor.
Kata dia, jika krisis 1998 sektor ekomomi masih ditopang UMKM, tapi saat ini anjlok. Sebab, UMKM juga lesu dan tak bisa bergerak.
"Secara ekonomi, ini seperti ibarat krisis '98 plus, plus, plus. Sebab '98, yang terpukul yang besar-besar. Di daerah-daerah pada saat rupiah jatuh dari Rp 3 ribu ke Rp 15 ribu," kata Rizal dalam keterangannya secara virtual yang dikutip pada Kamis, 20 Agustus 2020.
Rizal menambahkan kondisi ekonomi nasional saat ini juga berbeda. Salah satu indikatornya adalah soal nilai ekspor yang belum belum memuaskan.
Pun, pemerintahan Jokowi dinilai juga belum optimal menangani Covid-19. Begitupun jumlah kasus positif di Tanah AIr yang terus melonjak.
"Dengan cara penanganan yang amatiran, dengan kelemahan kepemimpinan dan visi, bisa-bisa krisis ini akan lama lagi. Bisa satu setengah tahun. Saya yakin rakyat tidak siap," tutur Rizal.
Menurut dia, kebijakan yang tepat untuk menyelematkan ekonomi Indonesia dengan merangsang penguatan daya beli masyarakat. Ia memberi contoh, saat dirinya menjabat sebagai Menko Perekonomian era Abdurahman Wahid atau Gus Dur.
Rizal diminta Gus Dur untuk menaikkan gaji aparatur sipil negara, TNI- Polri dan juga pensiunan.
"Begitu mereka ada uang, dia belanja semua. Akibatnya sektor retail hidup, ekonomi hidup," jelasnya. (*) stm/umi FOTO: Rizal Ramli/IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU