Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Antisipasi Ekonomi RI Minus, Pemerintah Susun Strategi di Bali

Ekonomi & Bisnis
21 Aug 2020
Antisipasi Ekonomi RI Minus, Pemerintah Susun Strategi di Bali

hariansuara.com, Nusa Dua - Pemerintah terus menyusun strategi untuk mengantisipasi berbagai kondisi di kuartal III 2020. Ancaman resesi imbas pandemi jadi perhatian era pemerintahan Joko Widodo.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlngga Hartarto mengatakan kebijakan belanja pemerintah akan jadi andalan untuk menopang pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga. Kata dia, dari kebijakan itu bisa diharapkan ekonom nasional tak terkontraksi.

Airlangga juga sudah menyampaikan hal ini dalam rapat koordinasi tingkat menteri di Nusa Dua, Bali, Jumat, 21 Agustus 2020.

“Kami yang ada di bawah koordinasi Kemeneko Perekonomian masih berupaya terus menyiapkan kebijakan strategi agar realisasi belanja program-program strategis, supaya ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh positif,” kata Airlangga dalam keterangan resmi Kemenko Perekonomian yang dikutip hariansuara.

Dia optimis dengan percepatan belanja pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020. Pin, akan menggenjot pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020.

“Tidak lupa, kami juga menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi yang rutin dan secara regular dilaksanakan koordinasi untuk percepatan realisasi belanja ini,” ujarnya.

Sementara, usulan program yang disusun seperti Pinjaman PEN Daerah yang diatur Peraturan Menteri Keuangan no. 105/2020), Tambahan Dana Insentif Daerah (DID) untuk Program PEN, hingga Program Padat Karya Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Lalu, ada kebijakan pengembangan Desa Digital dan UMKM Digital. Pun, program penambahan kuota alokasi Program Kartu Prakerja, Program Gerakan Belanja di Pasar Rakyat serta Program Padat Karya dalam Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sementara itu, beberapa kementerian dan lembaga juga sudah mengajukan beberapa usulan program, yakni Program Bangga Buatan Indonesia dan Program Beli Karet untuk Aspal 2020-2021.

Selain itu, disiapkan juga program beli bahan baku industri kecil dan menengah. Selanjutnya, ada program beli murah atau discount produk UMKM. Ada juga program beli produk rakyat melalui pegadaian serta program padat karya penyangga wisata.

"Kita terus ingin upaya pemulihan ekonomi bis alurus dan berdampak signifikan terhadap penyerapan pekerja (padat karya), maupun share pertumbuhan ekonomi," jelas Airlangga. (*)  umi/lia         FOTO: Ilustrasi pekerja bangun pusat perbelanjaan-ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X