
hariansuara.com, Jakarta - Kurva kasus corona Covd-19 di Tanah Air yang terus melonjak jadi sorotan Presiden Joko Widodo. Ia kembali mengingatkan masa pandemi Covid-19 saat ini memaksa banyak lembaga dan kementerian memangkas aturan berbelit.
Menurut dia, kebijakan pemerintah sejak pandemi mencuat dengan memulangkan sebagian WNI dari luar negeri. Dari situ lah disebut titik awal pemerintah bekerja menghadapi virus yang telah menular hampir ke seluruh dunia, tidak lagi dilakukan seperti biasa.
"Pemerintah harus menyiapkan rumah sakit, rumah isolasi, alat- alat kesehatan, dan obat-obatan dalam waktu yang sangat singkat. Pemerintah harus gerakkan seluruh aparat untuk disiplinkan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan," jelas Jokowi dalam rapat koordinasi di Istana Negara yang dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 8 September 2020.
Kata dia, penting semua upaya harus dilakukan jangan seperti biasanya. Sebab, kondisi kali ini berbeda.
"Semua itu harus dilakukan secara extra ordinary, cara yang tidak seperti biasanya, tidak standar," ujar Jokowi.
Kemudian, ia menekankan agar kepala daerah paham kondisi sekarang sudah masuk tahap krisis. Menurutnya, kriris sekarang juga berimbas terhadap sektor ekonomi. Gejolak terlihat dengan maraknya pemutusan hubungan kerja atau PHK.
"Semua itu saya tegaskan kembali, berulang-ulang, untuk menyamakan frekuensi bahwa kita memang dalam kondisi krisis," ujarnya.
Dalam rapat itu, hadir sejumlah pejabat lembaga negara. Selain Wakil Presiden Ma'ruf Amin ada menteri-menteri sektor ekonomi.
Pun, tampak juga ada Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna. Selain itu, ada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. (*) nis/stm FOTO: ANTARA
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU