Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Bos Sampoerna Minta Pemerintah Jangan Naikkan Lagi Cukai Rokok

Ekonomi & Bisnis
28 Sep 2020
Bos Sampoerna Minta Pemerintah Jangan Naikkan Lagi Cukai Rokok

hariansuara.com, Jakarta - Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Mindaugas Trumpaitis mengajukan saran agar pemerintah tak menaikkan tarif cukai rokok pada 2021. Alasannya, jika naik, maka imbasnya akan memberatkan para petani tembakau.

Dia menjelaskan selama ini rokok jenis produksi sigaret kretek tangan (SKT) menyerap lapangan kerja karena mengandalkan tembakau dan cengkih petani. Kenaikan tarif dalam produk SKT justru dapat menurunkan jumlah permintaan yang berimbas terhadap serapan tembakau dan cengkih mereka.

Mindaugas pun mencontohkan dalam satu batang rokok SKT, biasanya ada 2 sampai 4 gram tembakau. Hal ini tentu jauh lebih banyak dibanding satu batang rokok buatan mesin atau Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang hanya berkisar antara 0,7 gram - 1 gram.

"Untuk itu, kami berharap ada keberpihakan bagi segmen SKT dengan tidak menaikkan tarif cukai dan Harga Jual Eceran (HJE) untuk 2021," kata Mindaugas dalam keterangan yang diterima hariansuara, Senin, 28 September 2020.

Dia mengatakan, untuk pemasokan tembakau, Sampoerna berupaya mendorong produksi yang berkelanjutan. Caranya dengan program kemitraan yang dinamakan Sistem Produksi Terpadu yang sudah berjalan sejak 2009. 

Menurutnya, dalam program ini, sudah menjangkau lebih 27.000 petani yang jadi kemitraan. Kemudian, melalui program ini, petani mitra mendapatkan dukungan teknis.

Dukungan ini termasuk bantuan pertanian berupa mesin penyiang, serta jaminan serapan panen sesuai kualitas dan kuantitas yang disepakati.

"Kami ingin sarankan agar rekomendasi pertama adalah untuk fokus pada perlindungan segmen SKT. Ini penting karena membantu keseluruhan ekosistem industri hasil tembakau, dari manufaktur hingga petani, termasuk petani tembakau dan cengkih," jelas Mindaugas.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perlindungan petani tembakau dalam menjalankan pekerjaannya di tengah pandemi. Sebab, mereka dituntut mesti produktif demi kebutuhan sehari-hari.

"Bagaimana tetap penting menjaga kebersihan sehingga tetap produktif dan terhindar dari penularan virus selama beraktivitas," ujarnya. (*) ras/umi           FOTO: Petani tembakau/ANTARA-Budi Candra Setya

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X