
hariansuara.com, Jakarta - Pemerintah terus mengupayakan terus menekan angka kasus Corona Covid-19. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai RI saat ini masuk deretan lima besar negara di dunia yang bisa mengimbangkan penanganan pandemi dengan
Dia mengklaim saat ini Indonesia masuk sebagai negara dengan dampak kontraksi ekonomi yang relatif lebih rendah dibanding negara lain.
Klaim Airlangga pemerintah sudah berjuang mengimbangi antara pandemi dengan pemulihan ekonomi.
"Kalau dari data yang ada, kita RI ini masuk top 5 yang bisa menangani secara berimbang antara COVID-19 maupun penurunan kontraksi ekonomi," kata Airlangga, dalam keterangan resminya yang dikutip pada Rabu, 14 Oktober 2020.
Airlangga menambahkan dari data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, kasus aktif Covid-19 hingga per Rabu, 14 Oktober 2020 berada pada angka 19,97%. Menurut dia, angka itu jauh lebih baik jika dibandingkan pada periode sebelumnya yakni 22,1%.
Lalu, tingkat rata-rata kesembuhan atau recovery rate sudah mencapai angka 76,48%. Dengan demikian, angka itu lebih tinggi dari rata-rata dunia yakni 75,0%.
Menurut dia, faktor yang memicu naiknya angka kesembuhan karena salah satunya penurunan kasus aktif di beberapa provinsi Indonesia.
Dia menambahkan persentase rata-rata kasus meninggal atau fatality rate di Indonesia berada di angka 3,55%. Angka itu diketahui masih di atas dunia yaitu 2,9%.
Airlangga menekankan ada arahan Jokowi untuk serius dalam penanganan Corona yang tinggi di sejumlah daerah. Beberapa daerah itu seperti Ambon, Jakarta Utara, Depok, Bekasi, Jayapura, Padang, Jakarta Pusat.(*) umi/lia FOTO: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU