
hariansuara.com, Jakarta - Selain membeli vaksin, Pemerintah Indonesia masih mengupayakan produksi secara mandiri anti body Covid-19. Dalam waktu dekat ini, pemerintah menyiapkan pengadaan vaksin Covid-19 dari sejumlah negara seperti China.
Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 Erick Thohir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Pemda DIY secara virtual pada Selasa, 27 Oktober 2020. Erick dalam kesempatan itu, menyampaikan akan ada dua program vaksinasi bagi masyarakat.
Menurut dia, masyarakat yang tak mampu maka akan ditanggung pemerintah sehingga tak perlu membayt vaksin. Namun, bagi masyarakat yang mampu harus membayar untuk mendapatkan vaksin.
"Insha Allah nanti vaksin itu terbagi dua program. Yang pasti vaksin bantuan pemerintah itu gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, yang berkurang secara ekonomi," kata Erick, dalam keterangan resmi Kementerian BUMN yang dikutip pada Rabu, 28 Oktober 2020.
Dia meminta agar masyarakat mampu bisa paham tentang vaksin ini sehingga tak mengandalkan kebijakan gratis pemerintah.
"Tetapi tentu yang middle class, orang-orang yang punya duit dibayarkan saja. Jangan ikutan yang kurang mampu. Yang mampu harus bayar sendiri," lanjut Erick.
Erick menyampaikan jika kebijakan berbayar dan gratis vaksin ini juga diterapkan sejumlah negara. Bukan hanya di Indonesia.
Untuk waktu dekat, kata dia, pemerintah sedang menyiapkan untuk pemberikan vaksin buatan China ke masyarakat Indonesia. Awal renvananya di pekan kedua, namun kemungkinan telat karena menunggu rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Kami akan terus coba ikhtiarkan karena pemberian vaksin ini harus secepatnya," tutur Erick.(*) roh/stm FOTO: Menteri BUMN Erick Thohir/Twitter@erickthohir
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU