
hariansuara.com, Jakarta - Kondisi ekonomi nasional saat ini resmi masuk momen resesi. Pertumbuhan ekonomi yang masih minus di kuartal tiga menjadi acuan resesi yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).
BPS mengumumkan ekonomi Indonesia masuk jurang resesi karena pertumbuhan minus 3,49 persen di kuartal III tahun ini. Kondisi ini menambah kuartal kedua sebelumnya yang minus 5,32 persen.
Untuk diketahui, resesi adalah kondisi ekonomi suatu negara yang pertumbuhannya minus selama dua kuartal atau lebih secara berturut-turut.
"Ini sudah diketahui kondisi ekonomi di kuartal III masih minus 3,49 persen sehingga kontraksi dalam masa dua kuartal berturut-turut," ujar Suhariyanto dalam paparan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2020 seperti disampaikan dalam kanal Youtube BPS, Kamis, 5 November 2020.
Meski demikian, ia menyebut sejumlah sektor seperti pertanian masih memperlihatkan grafik stabil. Namun, sektor lain seperti pariwisata masih jeblok.
Dia menambahkan sektor pariwisata belum optimal sepanjang kuartal III. Sebab, jumlah kunjungan hanya 474.062 kunjungan.
Dari data itu diketahui, jumlah tersebut menurun 1,25 persen dibanding kuartal II. Sementara itu, bila dibandingkan tahun sebelumnya, kontraksi terjadi lebih dalam yakni 89,18 persen.
"Dampaknya ini berpengaruh terhadap sektor-sektor pendukung pariwisata seperti tingkat okupansi hotel, restoran, industri makanan minuman, serta industri ekonomi kreatif," jelas Suhariyanto. (*) umi/umi FOTO: Ilustrasi pertanian/Twitter @bps_statistics
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU