Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

5 Tahun Terakhir, Tren Ekspor RI ke Negara ASEAN Naik

Ekonomi & Bisnis
16 Nov 2020
5 Tahun Terakhir, Tren Ekspor RI ke Negara ASEAN Naik

hariansuara.com.com, Jakarta - Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto melaporkan kondisi positif dalam kerja sama ekonomi antarnegara di kawasan ASEAN. Dia menyebut kerja sama yang tergabung dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) menghasilkan dampak positif terhadap sektor perdagangan di Tanah Air.

Dia menekankan merujuk data ekspor ke 14 negara RCEP selama lima tahun terakhir menunjukkan adanya tren positif. Bahkan, persentase mencapai 7,35 persen.

"Nah, kalau dari data lima tahun terakhir ada kabar positif karena misalnya saja total ekspor non-migas ke kawasan RCEP mewakili 56,51 persen total ekspor Indonesia ke dunia, yakni senilai US$84,4 miliar," kata Agus dalam konferensi pers di laman YouTube Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin 16 November 2020.

Agus menambahkan untuk impor, para negara RCEP mewakili 65,79 persen total impor Indonesia dari dunia yakni US$102 miliar.

Dia melanjutkan, kajian lembaga swasta pada September 2020 menyimpulkan lima tahun setelah diratifikasi, RCEP berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia ke negara peserta sebesar 8-11 persen. Menruut dia, hal ini belum termasuk adanya peningkatan investasi ke Indonesia sebesar 18-22 persen. 

Sementara itu, melalui RCEP ini Indonesia dapat menikmati 'spill over effect' dari FTA (free trade area). Keistimewaan tersebut memang dimiliki negara anggota RCEP dan negara non-anggota. 

"Perluasan peran Indonesia melalui global supply chain dari spill over effect ini diakui Agus juga berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia ke dunia sebesar 7,2 persen," jelas Agus.

Terkait India, ia menambahkan, dalam KTT RCEP ke-3 setahun lalu di Bangkok, India sudah menarik diri dari poros perundingan RCEP. 

Agus mengatakan, pemerintah RI telah memahami tantangan ekonomi domestik yang sedang dihadapi India, sehingga belum berada pada posisi kembali ke meja perundingan. 

Dalam KTT ke-4 yang dilaksanakan hari ini, para pemimpin negara sepakat RCEP akan tetap terbuka bagi India bila sudah siap bergabung sebagai original negotiating party. Ia menambahkan meski Indonesia resesi mesti harus ada gebrakan untuk meningkatkan stimulus di tengah pandemi.

Menurut dia, stimulus yang dimaksud bisa dengan menguatkan program daya saing untuk sektor perkonomian.

"Sesuai hasil kajian yang saya kutip di atas tidak akan terwujud apabila kita bersikap positif hanya menunggu dan tidak melakukan perubahan mendasar," kata Agus.(*) umi/umi    FOTO: IST

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X