
hariansuara.com, Jakarta - Wakil Presiden RI Maruf Amin menyampaikan pentingnya penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19. Ia mengatakan demikian karena UMKM masih jadi pendukung ekonomi.
Ma’ruf menyebut sektor UMKM meski anjlok setidaknya saat ini masih menyetap lebih 50 persen tenaga kerja dari seluruh angkatan kerja.
“UMKM harus dikembangkan dan dikuatkan. Ini penting untuk menguatkan ekonomi kita di tengah pandemi dan juga bisa mengurangi kesenjangan,” ujar Ma'ruf, keterangan virtual yang dikutip hariansuara pada Rabu, 18 November 2020.
Menurut dia, momen saat ini tepat membangkitkan sektor UMKM. Ia mengatakan, pemerintah juga sudah menyiapkan insentif kepada para pelaku UMKM.
Ma’ruf menjelaskan, ada dua hal sebagai momen untuk merealisasikan segenap potensi usaha mikro kecil. Pertama, pemerintah sedang berupaya keras untuk membangkitkan perekonomian yang telah mulai menunjukkan adanya pemulihan.
“Pemerintah pada tahun ini mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari jumlah tersebut, sekitar Rp350 triliun atau lebih dari 50% dialokasikan untuk menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat dan UMKM," tutur Ma'ruf.
Ma'ruf menambahkan UMKM memang masuk skala program prioritas pemerintah. Upaya ini sebagai cara untuk menopang perekonomian nasional yang saat ini terjebak ke jurang resesi.
Dia berharap UMKM bisa kuat dan jadi penolong sektor ekonomi seperti saat Krisis 1998.
“Keberpihakan tersebut juga ditunjukkan dengan diluncurkannya Program Bantuan Produktif untuk pelaku usaha mikro oleh Bapak Presiden pertengahan bulan Agustus yang lalu," tutur Ma'ruf.(*) stm/stm FOTO: Wapres Ma'ruf Amin/Twitter @Kiyai_MarufAmin
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU