Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

INKA Incar Proyek Kereta Api di Afrika, Salah Satunya Kongo

Ekonomi & Bisnis
19 Nov 2020
INKA Incar Proyek Kereta Api di Afrika, Salah Satunya Kongo

hariansuara.com, Jakarta - PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA punya rencana membangun pabrik di Benua Afrika. Tujuannya agar bisa meraih peluang bisnis di bidang perkeretaapian.

Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro mengatakan, pasar Kereta Api di Afrika masih potensial. Menurutnya, INKA mau proyek di Afrika yang dikerjakan dalam kurun waktu 20-25 tahun.

"Ya memang ada rencana bangun pabrik di Afrika. Pasar sana potensial sehingga (proyek) ini cukup besar. Memang lintas Afrika dalam proyek kereta api cukup besar,"kata Budi dalam keterangannya secara virtual yang dikutip hariansuara pada Kamis 19 November 2020.

Budi menjelaskan, proyek yang disiapan INKA adalah African Belt Economic Development (ABED). Dalam proyek ini, nanti menghubungkan jaringan negara-negara di Afrika Network.

Menurut dia, beberapa negara Afrika yang potensial dengan jalur kereta api. Salah satunya jalur Mali-Senegal sepanjang 1.929 Km.

Kemudian, ada Burkina Faso-Pantai Gading dengan panjang 622 Km. Sementara itu, proyek yang paling besar yakni di area Republik Kongo dengan panjang sekitar 4.000 Km.

"Tapi mereka minta lagi untuk double track bisa saja 11 ribu Km, ini di sekitaran Kongo saja," ujar Budi.

Budi mengaku, saat ini sudah ada tiga negara lain di Afrika yang sepakat membangun proyek kereta api bersama INKA. Namun, ia belum bisa menyebut tiga nama negara tersebut.

Selain pasar Afrika, Budi mengatakan INKA juga akan masuk ke pasar Amerika Latin. Beberapa negara Amerika Latin disasar seperti Guyana, Suriname, dan Honduras.

Budi mengatakan, perwakilan yang datang itu mengaku negara mereka sudah mulai bosan dengan produk China. 

"Kami jual satu paket mulai dari survei, desain, konstruksi, pengadaan, supervisi, dan operator. Kita satu paketkan termasuk training tenaga lokal yang nanti kita training di Indonesia," tutur Budi.(*) ras/umi    FOTO: IST

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X