Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Menteri ESDM: Dari 128 Cekungan Migas, Baru 20 yang Sudah Berproduksi

Ekonomi & Bisnis
02 Dec 2020
Menteri ESDM: Dari 128 Cekungan Migas, Baru 20 yang Sudah Berproduksi

hariansuara.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, mengatakan saat ini diperlukan pemenuhan energi bersih dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Maka itu, Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia mesti bisa memberikan kontribusi.

Dia tak menampik pengembangan energi bersih masih jadi persoalan bagi Indonesia. Namun, untuk mendukung komitmen global mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), pemerintah sudah targetkan 23 persen energi terbarukan tahun 2025.

"Ini yang jadi catatan penting karena komitmen pengurangan emisi GRK pada tahun 2030 hingga 29 persen dengan upaya sendiri, dan 41 persen dengan bantuan pihak internasional," kata Arifin secara virtual, Rabu 2 Desember 2020.

Namun, ia menyebut akselerasi harus diiringi dengan penguatan sektor migas. Ia menekankan demikian karena secara persentase energi migas menurun. Tapi, secara nominal justru meningkat.

Arifin menjelaskan, peran subsektor migas tersebut tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan energi untuk transportasi maupun kelistrikan. Ia mengatakan kebutuhan energi harus jadi aspek pengembangan Industri.

Merujuk Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), konsumsi minyak diperkirakan meningkat. Peningkatan itu dari 1,66 juta bopd menjadi 3,97 juta bopd di tahun 2050 mendatang. Jika terealisasi maka itu sama dengan naik 139 persen. 

"Sedangkan untuk konsumsi gas meningkat lebih besar, dari 6 ribu MMSCFD menjadi 26 ribu MMSCFD pada tahun 2050 atau naik 298 persen," ujar Arifin.

Dia menjelaskan potensi hulu migas Indonesia masih sangat besar. Menurutnya, dari 128 cekungan migas, baru 20 cekungan yang sudah berproduksi dan masih terdapat 68 cekungan yang belum dieksplorasi. 

Ia bilang salah satu hal yang perlu disadari adalah industri migas yang besar, teknologi yang tinggi, dan juga berisiko tinggi.

"Berbagai kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah antara lain yakni menurunkan harga gas demi mendorong tumbuhnya industri," kata Arifin.(*) stm/stm    FOTO: Menteri ESDM Arifin Tasrif/Kementerian ESDM

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X