Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Cukai Rokok Naik, Ancaman Gelombang PHK Menanti

Ekonomi & Bisnis
13 Dec 2020
Cukai Rokok Naik, Ancaman Gelombang PHK Menanti

hariansuara.com, Jakarta - Kebijakan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 12,5 persen mulai 2021 menuai penolakan. Keputusan tersebut mengancam indutri rokok dan akan memunculkan potensi ancaman pemutusan hubungan kerja atau PHK. 

Demikian disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra, Kamrussamad. Ia menekankan dengan kenaikan tersebut jelas menggerus industri kecil sehingga tak kuat menopang untuk operasional kegiatan produksi.

Hal itu yang kemudian kemungkinan besar akan terjadi gelombang PHK. Padahal, industri rokok membuka lapangan pekerjaan.

“Yang saya kghawatirkan ekosistem industri hasil  tembakau, mulai dari konsumsi rokok akan menurun. Pendapatan yang makin tuurn ini tentu berpengaruh terhadap rasionalisasi produksi dan bisa terjadi PHK,” kata Kamrussamad, Minggu 13 Desember 2020.

Dia menambahkan efek kebijakan ini juga bakal merugika petani tembakau. Sebab, selama ini petani tembakau terbiasa berurusan dengan industri kecil. 

Dengan kenaikan cukai pasti akan menaikkan harga rokok. Namun, hal ini belum tentu menaikkan harga tembakau dari petani.

"Harusnya pemerintah urusi dulu yang masalah hulu di bagian petani tembakau ini. Kalau main naikkan saja itu kan sama aja untungkan industri besar yang sudah mapan," jelas dia.

Pun, ia menyarankan agar tak jadi polemik berkepanjangan maka pemerintah jangan menaikkan tarif cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT). Ia mengatakan karena pemerintah mesti pertimbangkan situasi pandemi dan serapan tenaga kerja oleh Industri Hasil Tembakau (IHT).

Dari data yang dimilikinya dari Kementerian Keuangan, ia mengatakan kenaikan tarif cukai SKM  16,9 persen untuk golongan I. Lalu, 13,8 persen untuk golongan II A, dan 15,4 persen untuk golongan II B. 

Kemudian, ada jenis SPM dengan 18,4 persen untuk golongan I. Selanjutnya, 16,5 persen untuk golongan II A, dan 18,1 persen untuk golongan II B.

Dia mengingatkan pemerintah agar konsisten dalam kebijakan di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, tunda kebijakan yang tak urgent dan justru menyusahkan rakyat kecil.

Lagipula, klaim dia, kenaikan cukai rokok ini tanpa koordinasi dengan DPR.

“Negara lain justru memberikan skema modal kerja baru bagi industri yang terdampak Covid-19, negara kita justru menaikkan tarif setoran cukai,” ujarnya.(*) lia/lia   FOTO: Ilustrasi petani tembakau/ANTARA

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X