Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Dr Muhammad Miqdad Optimis Hendy Siswanto-Gus Firjaun Mampu Bangkitkan Ekonomi Jember

Ekonomi & Bisnis
13 Dec 2020
Dr Muhammad Miqdad Optimis Hendy Siswanto-Gus Firjaun Mampu Bangkitkan Ekonomi Jember

hariansuara.com, Jember - Bupati dan Wakil Bupati Jember terpilih Haji Hendy dan Gus Firjaun (Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman) sebentar lagi secara definitif akan ‘bertarung’ dengan segudang ‘pekerjaan rumah’ yang belum terselesaikan sebelumnya. Berbagai persoalan sosial, di antaranya mulai dari kesenjangan, ketidakmerataan kesempatan, keterpurukan, kemiskinan, sampai tingginya pengangguran.

Sekilas, data dari Badan Pusat Statistik (BPS 2018) jumlah penduduk miskin di Jember tertinggi kedua di Jawa Timur sebanyak 243.000 orang, kemudian jumlah pengangguran mencapai 5,16 persen atau sebanyak 56.570 jiwa (BPS 2017). Ini permasalahan sosial yang menonjol di Jember, yang kesemuanya bermuara pada satu titik, yaitu permasalahan ekonomi.

Untuk itulah, hariansuara mewawancarai Muhammad Miqdad, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB UNEJ) periode 2016-2020, yang kini Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kabupaten Jember (2019-2022). Arah wawancara pun mencari solusi dari permasalahan ekonomi yang berbuntut sosial di kabupaten terujung wilayah Tapal Kuda Jawa Timur ini. Berikut petikan wawancaranya:

Seperti apa langkah strategis pembenahan ekonomi di Jember?

Solusinya adalah pertama, APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) harus pro growth, yaitu bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Semakin meningkat pertumbuhan ekonomi, maka masyarakatnya akan sejahtera.

Kedua, APBD wajib pro job, di mana pembangunan harus bisa menciptakan lapangan kerja. Terlebih saat ini di mana pandemi Covid-19 belum reda. Entah kapan berakhirnya. Yang pasti banyak pihak yang terdampak. Kita tunggu saja, sebaerapa jauh efektivitas vaksin Covid-19, lalu baru kita bisa ambil langkah-langkah untuk perbaikan ekonomi.

Ketiga, APBD itu harus pro poor, artinya bagaimana pemimpin daerah menggunakan anggaran APBD itu untuk bisa menyejahterakan rakyatnya. 

Tugas semua itu tidak bisa dilakukan sendiri, Karenanya yang dibutuhkan bukan seorang superman, tetapi sebuah superteam.  

Desa di Jember sangat tertinggal dalam hal ekonomi. Bagaimana memperbaiki kondisi ini?

Bicara tentang pembangunan desa, saya jadi teringat pemerintah punya grand design bahwa ekonomi Indonesia itu lokomotifnya adalah pembangunan ekonomi di desa. Bentuk komitmen Presiden, pemerintah mengucurkan bantuan yang disebut sebagai Dana Desa yang cukup besar. Pada 2019 jumlahnya sebesar 70 Triliun, lalu 2020 naik menjadi 72 Triliun diperuntukkan bagi 60-70.000 desa di seluruh Indonesia. 

Katakan di Jember ada desa-desa yang potensial di bidang perkebunan, pertanian, pariwisata, atau ekonomi kreatif. Dana Desa sebesar 1-1,5 milar per desa itu bisa sekali digunakan untuk menggerakkan ekonomi desa. Caranya, mengelola potensi-potensi yang dimiliki desa melalui BUMDes (badan usaha milik desa),serta memanfaatkan kecanggihan informasi teknologi di Era Digital sekarang ini. Jadi, BUMDes bisa bergerak dari hulu ke hilir, mulai dari membeli bahan atau produk jadi dari masyarakat, sekaligus sampai memasarkannya.

Semakin ekonomi desa bergerak, maka lambat laun kemiskinan di desa bisa dientaskan. Pada gilirannya, mahasiswa dengan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi bisa tetap di desa, membangun ekonomi desanya. Dengan demikian, pembangunan ekonomi desa ini tumbuh dan berkembang serta bisa menjadi lokomotif ekonomi nasional. 

Bagaimana untuk mengejar ketertinggalan Jember dari kabupaten-kabupaten tetangga?

Kabupaten tetangga, sebut saja Banyuwangi, di sana tumbuh banyak hotel berbintang, pusat wisata, infrastruktur sarana prasarana, bandara. Di Kabupaten Jember, masyarakat berharap betul pada Haji Hendy-Gus Firjaun sebagai pilot dan kopilot ekonomi di kabupaten ini dapat menuntaskan permasalahan ekonomi di Jember. 

Di antaranya, dengan membangun komunikasi politik dengan lembaga negara lainnya agar tahapan proses penyusunan APBD dapat dipenuhi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasinya.

Strategi lainnya, membangun kekuatan Jember seluas-luasnya, misalnya dengan berkomunikasi dan berkolaborasi intensif dengan perguruan tinggi, sebab di sana banyak sekali hasil riset perguruan tinggi yang bisa diimplementasikan di banyak bidang pembangunan. Di samping juga dapat memperoleh masukan dari para ahli dalam menerapkan visi dan misi pemerintah.

 

Indonesia negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Jember dengan  kekuatan religiusitas Islamnya bisa menjadi sentra produk-produk halal. Dan ini celah untuk dikembangkan sebagai industri Jember. Untuk itu, pemimpin Jember terpilih diharapkan juga harus berani membangun bandara berkelas dengan akses internasional.  

Potensi-potensi di Jember sebagai kekuatan ekonomi, baik SDA dan SDM melimpah. Bagaimana celah memanfaatkannya?

Kita bersyukur Indonesia memiliki potensi SDA cukup melimpah dibandingkan negara-negara maju yang tidak sekaya Indonesia dalam SDA. Kita lihat Singapura, yang mengalami resesi luar biasa dalam masa pandemi Covid-19. Terkait SDA, kita bicara value added. Kita bisa mengajak investor untuk mengelola SDA yang ada, membangun destinasi wisata, yang memang sebuah investasi besar dan butuh waktu. Atau bisa mengenalkan Jember dulu dengan menggelar event-event yang sifatnya internasional. 

Bupati-Wakil Bupati terpilih, Haji Hendy Siswanto-Gus Firjaun, nantinya mesti membangun SDM di Jember, semisal menggandeng banyak pakar di 16 perguruan tinggi di Jember. Universitas Negeri Jember, misalnya, berada di posisi ke-20 dari 4.500 perguruan tinggi di Indonesia. Kita juga memiliki IAIN yang kini menjadi Universitas Islam KH Ahmad Shiddiq. Bisa juga membuat program semacam Putra Daerah, yakni mencari anak-anak desa yang berpotensi, lalu diberi beasiswa dan nanti mereka lulus akan berkesempatan mengabdikan ilmunya membangun desa. Saya optimistis pemimpin Jember terpilih ini punya komitmen kuat di situ.

Kesenjangan antara desa dan kota di Jember begitu lebar. Bagaimana kiat untuk mengikisnya, terkait peran perguruan tinggi?

Perguruan tinggi memiliki 3 fungsi yaitu Tridharma—pendidikan dan pengajaran, riset dan pengabdian masyarakat.  Yang disebut kedua terakhir ini sangat tepat diterapkan. Dalam arti, perguruan tinggi negeri dan swasta dapat memberi kontribusi kepada pemerintah.

Dengan menyinergikan banyak hasil riset dari para dosen multidisiplin ilmu tersebut dengan kerja pemerintah daerah maka ekonomi Jember bisa terbangun. Misalnya, pengolahan sampah menjadi bahan bakar premium, juga bibit-bibit unggul, kemandirian pangan, dan masih banyak hasil riset pakar yang bisa dikontribusikan demi kemajuan Jember. 

“Semua masalah yang belum diselesaikan oleh pemerintah Jember sebelumnya menjadi ‘pekerjaan rumah’ bagi kepala daerah yang baru, Haji Hendy Siswanto dan Gus Firjaun. Saya pribadi punya harapan yang kuat, harapan yang bagus, keduanya bisa menyelesaikan persoalan-persoalan dalam menyejahterakan Kabupaten Jember,” ujar Muhammad Miqdad. 

Ditambahkannya, untuk itu, seperti seorang tokoh pernah menasihati, bahwa pemimpin harus memiliki kemampuan mendengar aspirasi. Itu sangat penting. Menjalin hubungan dan komunikasi dengan semua pihak, baik dengan lembaga negara lainnya, partai politik, tokoh-tokoh informal, para kyai di pesantren, sehingga semua solusi di Kabupaten Jember ini bisa terdistribusi, terselesaikan.

Pendelegasian kewenangan juga penting, sehingga apa yang dicanangkan pemerintah di awal 1999 tentang otonomi daerah dapat dicapai. Pemerintah daerah bisa mengatasi permasalahan di daerahnya sendiri, tentu sambil terus menjaga sinergitas dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.”

“Saya, selaku warga Jember, berharap banyak kepada Bupati Terpilih Haji Hendy dan Gus Firjaun untuk membangun ekonomi Jember ke depan dengan menggarap potensi-potensi yang dimilik. Jember pun bisa mengejar ketertinggalan dari dari kabupaten-kabupaten lainnya," tandas Miqdad, dengan takzim.

"Selamat bekerja, membenahi banyak 'pekerjaan rumah' yang ada, serta membangun pemerintahan yang bersih. Saya pribadi berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar Haji Hendy dan Gus Firjaun diberi kekuatan oleh Allah SWT lahir dan batin, untuk menyukseskan Jember ke depan. Jembernya sukses, masyarakatnya bahagia dunia akherat.”  (*) mel/mel    Foto: Dok Pri, by  Joey6666 - Karya sendiri & IST 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X