
hariansuara.com, Jakarta - Transporta, startup teknologi di sektor manajemen transportasi, berkolaborasi dengan Operator Logistik Indonesia (OLI), salah satunya dengan penerapan digitalisasi bagi pelaku usaha yang tergabung dalam OLI.
Co-Founder dan COO Transporta Emma Hartono mengatakan, digitalisasi tak dapat dihindari. Semua pelaku usaha mentransformasi bisnisnya ke sektor digital agar daya saing meningkat dan daya jangkau target pasar lebih masif.
Peluang bagi perusahaan logistik ke depan akan lebih besar lagi. Saat pandemi COVID-19, terjadi pergeseran perilaku masyarakat dalam berbelanja ke cara online. Terlihat dari meningkatnya arus pengiriman barang di Indonesia pada 2020 lalu meningkat hingga 40% pada 2021.
“Saat ini Transporta sedang membangun jaringan usaha dengan OLI yang keanggotaannya cukup besar di Indonesia. Kami meyakini, kombinasi antara literasi digital yang sedang kami jalankan dengan jejaring yang luas akan memberikan economic multiplier effect, sehingga menjadi suatu konsep economic sharing yang memberikan dampak bagi seluruh pelaku industri logistik di Indonesia,” ujar Emma.
Diharapkan, Transporta dan OLI bisa menjadi lokomotif dari transformasi digital di sektor logistik Indonesia. Utamanya, dalam meningkatkan daya saing pelaku industri, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah, yang sekitar 85%, masih menjalani operasional bisnis secara manual. Baik dalam hal pemesanan, pelacakan, hingga proses pembayaran.
Kolaborasi Transporta dan OLI, ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (memorandum of understanding) di Jakarta (17/12/2021), diharapkan mampu menjawab tantangan bisnis ke depan.
Penerapan teknologi dan otomatisasi membuat manajemen lebih efisien. Biaya logistik yang tinggi bisa dipangkas. Daya beli masyarakat jadi mengingkat, sehingga program pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi bisa lebih cepat berjalan.
Ketua Umum OLI Bayu Tranggono senang bisa berkolaborasi dengan Transporta. Sudah tekad OLI mengoptimalkan teknologi untuk meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi secara operasional.
Intervensi digitalisasi sudah menjadi kebutuhan saat ini maupun ke depan. Terlebih melihat pengguna internet di Indonesia terus bertambah. Pun dalam ekonomi digitalnya. Ke depan Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. (*) Sayuti/MTS Foto: Transporta.id
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU