
Jakarta - Selisih ketimpangan (rasio gini) antara penduduk kelas atas dengan menengah dan bawah sebesar 0,41%, dinilai sudah baik menurut Menkeu Sri Mulyani.
Apalagi jika merujuk pada negara-negara Amerika Latin seperti Brazil yang rasio gini antara kelas menengah dan bawah masih diantara 0,5%- 0,6%.
"Kalau kita kan nggak buruk - buruk amat. Rasio gini kita mengalami perbaikan dalam 1 tahun terakhir, dari 0,41% menjadi 0,39%. Ini merupakan tren yang akan kita perkuat. Sebagai orang yang pernah kerja di bank dunia, dibandingkan antar negara tertentu dengan rasio gini zero poin four one, itu suatu yang healthy," ujar Sri Mulyani di Kantor Apindo, Jumat (3/2).
Mulyani menjelaskan, salah satu faktor ketimpangan di dalam negeri, seperti belum adanya pemerataan ekonomi daerah.
Di Jawa sebagai pusat kegiatan ekonomi, memiliki pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil sekitar 6% dalam satu dekade terakhir dibanding daerah lainnya.
"Jadi kondisi ini menggambarkan ekonomi di Jawa telah terdiversifikasi dengan baik, bayangkan mulai dari sektor pertanian, manufaktur, konstruksi hingga sektor jasa," tutur Mulyani.(Liputan eksklusif Albi Wahyudi, HS)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU