
Jakarta - Surplus tertinggi dicatat neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2017 kemarin, yakni sebesar 1,40 miliar dolar AS berdasarkan capaian angka ekspor 13,38 miliar dolar AS sedangkan impornya 11,99 miliar dolar AS.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suharyanto menyebutkan, sebenarnya bila dibandingkan dengan Desember 2016, nilai ekspor Januari 2017 mengalami penurunan sebesar 3,21 persen.
Tetapi jika dibandingkan dengan data Januari 2016, mengalami peningkatan sebesar 27,71 persen.Secara detail, ekspor tersebut berasal dari sektor nonmigas Januari 2017 yang mencapai 12,11 miliar dolar AS, sementara dibanding Januari 2016 naik 29,24 persen.
Kemudian, berdasarkan perbandingan dengan Desember turun 3,70 persen. Penurunan terbesar sektor nonmigas terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar 121,3 juta dolar AS, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar 60 juta dolar AS.
Lebih lanjut, sektor migas naik 1,72 persen yaitu dari 1.250,1 juta dolar AS menjadi 1.271,6 juta dolar AS. Peningkatan migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor hasil minyak 49,10 persen menjadi 163,8 juta dolar AS dan ekspor gas 4,47 persen menjadi 727,5 juta dolar AS. Namun, ekspor minyak mentah mengalami penurunan 14,32 persen (380,3 juta dolar AS).
Ia menjelaskan, harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik dari 51,09 dolar AS per barel pada Desember 2016 menjadi 51,88 dolar AS per barel pada Januari 2017.
Jika dilihat dari provinsi asal barang, Jawa Barat penyumbang ekspor terbesar pada Januari 2017 yaitu dengan nilai 2,30 miliar dolar AS, diikuti Riau 1,55 miliar dolar AS dan Kalimantan Timur sebesar 1,48 miliar dolar AS.
Untuk sektor lainnya, pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) periode Januari-Desember 2016 yang dicatat kementerian Pariwisata RI, naik sebanyak 15,54 persen.
Rincian angka tersebut menjelaskan telah menembus angka 12,023 juta "inbound", atau 23 ribu di atas target yang disusun menuju "roadmap" atau peta jalan 20 juta wisman tahun 2019.
Angka 12,023 juta itu didapat dari 11.519.275 wisman yang dilaporkan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ditambah dengan ekstrapolasi dari bulan Januari-September 2016 sejumlah 504.696 wisman yang belum dimasukkan.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU