Jakarta – Ketimpangan ekonomi antar daerah yang masih terjadi di Indonesia, umumnya ada 5 (lima) hal yang menjadi penyebabnya, menurut penjelasan Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly.
“Faktor-faktor ketimpangan ekonomi antar daerah satu berbeda dengan yang lain adalah pertama, soal adanya sumber daya alam. Kedua, kondisi demografis. Ketiga, kurang lancarnya logistik dan jasa. Keempat, konsentrasi kegiatan ekonomi antar daerah. Kelima, alokasi investasi,” jelas Junaidi di Jakarta, Kamis (23/2).
Dari faktor-faktor di atas, dua faktor sudah menjadi bawaan (endowment), yaitu kondisi demografis dan sumber daya alam. Sehingga, hal ini memicu beberapa daerah memiliki tingkat ekonomi tinggi yang timpang.
“Di sinilah seharusnya peran pemerintah untuk bisa lebih riil mengatasi persoalan ketimpangan antar daerah, khususnya pemerataan bagi hasil ke daerah lain dengan diatur oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.
Berdasarkan data, tingkat kemiskinan resmi Bulan Maret 2016 turun sebesar 0,4 poin persen (yoy) menjadi 10,9 persen.
Hal itu, menurutnya, adalah penurunan terbesar dalam 3 tahun terakhir, setelah angka kemiskinan hampir tetap antara tahun 2013 hingga 2015.
“Namun demikian, penurunan ini masih lebih rendah dibandingkan dengan tingkat pengentasan kemiskinan yang dicapai antara tahun 2007 dan 2011, yang rata-tata sebesar 1,05 persen per tahun,” jelasnya.(Albi Wahyudi)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU