
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pergerakan ekonomi Indonesia sepanjang Januari-Maret atau triwulan I/2017 dapat tumbuh mendekati 5,1 persen (year on year/yoy).
Menurut Darmin di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, stimulus tambahan untuk pergerakan ekonomi pada awal tahun ini karena perbaikan kinerja ekspor/ Di antaranya dengan kenaikan harga komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan karet.
Kenaikan harga CPO dan karet diyakini Darmin akan menaikkan pendapatan dan konsumsi masyarakat. Khususnya di daerah penghasil komoditas seperti Kalimantan dan Sumatera.
"Kuartal-I berapa ? Kalau BI bilang 4,99 persen (yoy) pertumbuhannya. Rasanya bisa dekati 5,1 persen," ujar Darmin dalam peluncuran Buku Laporan Perekonomian Indonesia.
Selain itu, menurutnya faktor siklus musim panen yang sudah bergeser ke triwulan I pada tahun ini dari triwulan II pada tahun lalu akan turut mendongkrak pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
"Faktor-faktor seperti itu, kenaikan harga sawit dan juga pergeseran musim panen kerap tidak masuk model (statistik) perhitungan," ujarnya.
Dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi di triwulan I/2017 sebesar 5,1 persen, Darmin memperkirakan pada akhir tahun ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2-5,4 persen (yoy), setelah pada 2016 tumbuh 5,02 persen (*).
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU