
Jakarta - PT Aneka Tambang (ANTAM) Persero Tbk menyepakati, bahwa perseroan tidak melakukan pembagian laba dan dividen untuk Tahun Buku 2016, dengan pertimbangan guna keperluan operasional dan pendanaan infrastruktur pendukung proyek ANTAM.
Antam mencatat laba bersih sebesar Rp 64,81 miliar pada Tahun Buku 2016. Padahal tahun sebelumnya, Antam mengalami kerugian bersih sebesar Rp 1,44 triliun. Kenaikan laba bersih ini tidak terlepas dari kenaikan laba per saham sebesar Rp 3 dari rugi Rp 120.
Direktur Keuangan Antam Dimas Wikan Pramudhito menyampaikan, bahwa seluruh laba yang didapat perseroan pada tahun 2016 menjadi laba ditahan. Laba ini akan digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan kinerja perusahaan.
"Tahun lalu adalah turning point untuk Antam, dengan porsi keuntungan hingga 30 %. Jumlah saham Antam yang beredar sebanyak 24 miliar lembar. Kalau kita bagi dividen maka perkiraan tiap pemegang saham hanya akan mendapat Rp 0,80," ungkap Dimas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ANTAM di Jakarta, Selasa (2/5).
Dalam agenda RUPST kali ini perseroan juga melakukan perubahan susunan pengurus direksi. Para pemegang saham juga menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan ANTAM untuk Tahun Buku 2016, termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris ANTAM.(Albi Wahyudi)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU