Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Produksi Volume Feronikel ANTAM Melebihi Target

Ekonomi & Bisnis
03 May 2017
Produksi Volume Feronikel ANTAM Melebihi Target

 

Jakarta - PT Aneka Tambang (ANTAM) Persero Tbk mencatatkan dari sisi operasi, volume produksi feronikel di 2016 tercatat sebesar 20.293 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau 110% jika dibandingkan target sebesar 18.500 TNi.

 

Sementara itu, volume penjualan feronikel di 2016 tercatat sebesar 20.888 TNi atau 108% dibandingkan target 19.300 TNi.

 

Direktur Operasional Antam Hari Widjajanto mengatakan, capaian ini diperoleh melalui perbaikan trafo pada pabrik FeNi ll yang telah selesai dan dioperasikan pada bulan Mei 2016.

 

“Volume produksi bijih nikel di 2016 tercatat sebesar 1.635.042 wet metric ton (WMT) dengan volume penjualan sebesar 734.886 WMT."

 

Menurut Hari, bijih nikel ANTAM digunakan untuk umpan bijih pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara serta memenuhi permintaan smelter pihak ketiga di dalam negeri.

 

“Peningkatan permintaan bijih nikel yang tinggi membuat tingkat penjualan bijih nikel di tahun 2016 naik tajam 1.472% jika dibandingkan tahun 2015,” sebut Hari.

 

 

Strategi dan outlook Tahun 2017

 

Di tahun 2017 ANTAM akan memulai operasi komersial Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) yang akan meningkatkan kapasitas produksi feronikel tahunan dari 18 ribu sampai dengan 20 ribu TNi menjadi 27 ribu sampai dengan 30 ribu TNi.

 

Pengoperasian P3FP termasuk PLTU Batubara berkapasitas 2x30MW diharapkan akan lebih menekan lagi biaya tunai feronikel yang sudah sangat kompetitif di tahun 2016.

 

“Sedangkan untuk P3FP, konstruksi diharapkan berjalan on time, on schedule dan on quality sehingga dapat selesai di akhir tahun 2018,” imbuh Hari.

 

Di tahun 2017, ungkap Hari, ANTAM menargetkan peningkatan volume produksi dan penjualan feronikel secara bertahap dengan target masing-masing sebesar 24.100 TNi.

 

Hari menyampaikan, rencana peningkatan belanja infrastruktur Amerika Serikat maupun ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan sektor perumahan di Tiongkok akan mendorong peningkatan permintaan baja nirkarat yang merupakan produk olahan nikel. Sedangkan komoditas emas akan tetap menjadi safe heaven bagi investor.(Albi Wahyudi)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X