
hariansuara.com, Jakarta - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang menurun dalam satu tahun lalu. Per 31 Desember 2016, laba perseroan mengalami penurunan dari Rp 291 milyar di tahun 2015 menjadi Rp 131 miliar di tahun 2016.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. C. Paul Tehusijarana beralasan, beberapa penyebab penurunan laba Perseroan di antaranya pembatalan penjualan kavling, pencadangan proyek hotel baru yang terhenti dan pengembalian pendapatan rekomendasi atas perpanjangan Hak Pengelolaan (HPL) yang telah diterima Perseroan, dan juga untuk melunasi pembayaran hutang PBB tahun 2014 dan 2015.
“Pembayaran utang PBB itu senilai Rp 12,5 miliar yang dilunasi tahun lalu. Jadi bukannya kami bandel dalam menunda membayar PBB karena setiap tahun sejak saat itu, kami mengajukan banding terhadap nilai PBB, yang sebagian terpenuhi. Jadi ada hutang yang sudah kami selesaikan di 2016,” ujar Paul di Jakarta, Rabu (24/5).
Disamping itu penurunan laba sambung Paul, juga disebabkan kondisi pasar properti yang relatif belum bagus, serta adanya moratorium reklamasi Teluk Jakarta membuat Perseroan menunda penjualan kavling yang telah dianggarkan.
Namun begitu Paul optimistis, perseroan dapat mengembangkan bisnis kembali di tahun 2017, yaitu dengan melakukan pengembangan berupa inovasi dan renovasi.
“Inovasi yang direncanakan antara lain pengembangan Sea World Ancol, pembangunan coaster dan children playground di Dufan, Lagoon Cafe, pembangunan instalasi air limbah bekerjasama dengan PD PAL dan perpanjangan jalur kereta wisata dari area Timur sampai area Barat Ancol yang dapat menjadi alternatif pilihan inner transportation,” ungkap Paul.
Selain itu, Perseroan juga akan melakukan penyelesaian rencana induk kawasan dan menjalin kerja sama dengan mitra pengembang ternama guna meningkatkan nilai jual produk properti.
Sementara aktivitas renovasi yang dilaksanakan antara lain, lanjut dia, renovasi Putri Duyung Ancol, renovasi pompa air, penambahan pompa banjir dan perbaikan infrastruktur guna mendukung kenyamanan konsumen.
“Diharapkan melalui berbagai upaya yang dilakukan dan pengembangan bisnis dapat meningkatkan kinerja Perseroan dengan tumbuh lebih baik lagi sepanjang 2017,” pungkasnya.
Adapun terhadap segmen rekreasi yang menjadi tulang punggung bisnis Perseroan, ungkap Paul, pihaknya dapat mendominasi sebesar 84,23% dari pendapatan Perseroan di tahun 2016. Adapun produk unggulan segmen rekreasi Perseroan antara lain Taman Pantai, Dunia Fantasi, Sea World Ancol, Atlantis Water Adventure, Ocean Dream Samudra dan didukung oleh bisnis suvenir dan kuliner.
“Pendapatan segmen rekreasi dan resor meningkat sebesar 16,21%, dari Rp 930,30 milyar di tahun 2015 menjadi Rp 1,080 triliun di tahun 2016. Adapun peningkatan jumlah pengunjung dari 17,8 juta di tahun 2015 menjadi 18,08 juta di tahun 2016,” papar Paul.
Sementara pendapatan pada segmen properti tahun 2016 meningkat dari Rp 189,99 miliar di tahun 2015 menjadi Rp 199,81 miliar di tahun 2016 yang sebagian besar didorong oleh penjualan apartemen Northland. (Albi Wahyudi)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU