Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pemerintah Tuntaskan Target Listrik Indonesia Timur Hingga 2019

Ekonomi & Bisnis
18 Aug 2017
Pemerintah Tuntaskan Target Listrik Indonesia Timur Hingga 2019

 

hariansuara.com, Kupang – Pemerintah berupaya untuk mengimplementasikan target listrik di Indonesia bagian Timur hingga 2019.

 

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nusa Tenggara Timur Bone Marasit mengatakan, target yang diupayakan pemerintah dalam dua tahun kedepan ini sebanyak 10.300 desa tertinggal yang sebagian besar berada di Indonesia bagian timur untuk dapat menikmati listrik.

 

“Target ini ditetapkan karena hingga 2016 masih ada sekitar 12.659 desa belum  teraliri listrik secara nasional dan dari total itu 2.519 di antaranya masih gelap pada malam hari," ujar Marasit di Kupang, Jumat (18/8).

 

Menurut Marasit, untuk mewujudkan target itu, maka diterbitkanlah program yang dinamakan Program Indonesia Terang (PIT) dengan rasio elektrifikasi akan meningkat dari 85 persen pada 2015 menjadi 97 persen pada 2019

 

Artinya kata dia jumlah 12.659 desa yang mencakup 16 persen dari total desa dengan 2.527.469 KK dan 9.970.286 jiwa dengan total kebutuhan daya untuk PIT itu mencapai 500 MW hingga 1.000 MW.

 

Marasit mengatakan, tahapan program dimulai dengan konsolidasi data dan sinkronisasi perencanaan di tingkat pusat yang tuntas Maret 2016, lalu dilakukan pelatihan perencanaan kelistrikan desa selama periode Maret-Juni 2016, serta tahapan selanjutnya adalah perencanaan kelistrikan desa di tingkat provinsi dan kabupaten sepanjang 2016.

 

"Terakhir, implementasi PIT yang dimulai tahun ini dengan sejumlah lokasi percontohan dan dilanjutkan secara menyeluruh hingga 2019," ungkap Marasit.

 

PIT akan dimulai di enam provinsi paling Timur Indonesia yaitu Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT, dan NTB yang mencakup 65 persen desa tanpa listrik.

 

Khusus untuk NTT saja katanya, hingga akhir 2016 Rasio Elektrifikasi (RE) Provinsi NTT baru 58 persen. "Kenyataan ini seakan-akan NTT bukan bagian dari Indonesia. Karena dengan rasio elektrifikasi seperti itu artinya ada 42 persen masyarakat NTT masih hidup dalam kegelapan atau belum mendapat listrik," tutur Marasit.  Ini memprihatinkan karena rasio elektrifikasinya begitu rendah, sehingga minta perhatian serius pemerintah agar secara all out membangun infrastruktur kelistrikan di NTT.

 

 Antara

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X