Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

DPR: KESDM Naiki Harga Jual Gas ConocoPhillips, BUMN Akan Babak Belur

Ekonomi & Bisnis
22 Aug 2017
DPR: KESDM Naiki Harga Jual Gas ConocoPhillips, BUMN Akan Babak Belur

 

 

hariansuara.com, Jakarta - Komisi VI DPR RI meminta Kementerian ESDM untuk mengkaji kembali keputusan kenaikan harga jual gas ConocoPhillips Indonesia (COPI) dari lapangan Grissik, Blok Corridor. Oleh karena akan berdampak negatif pada kinerja keuangan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk selaku pembeli gas. "Kalau tetap dibiarkan terjadi kenaikan maka BUMN kita akan babak belur. Saya tidak mengerti alasan Kementerian ESDM menaikkan harga jual gas ini (COPI)," kata anggota Komisi VI DPR-RI Inas Nasrullah, di Jakarta, Selasa (22/8).

 

Akibat adanya kenaikan harga jual gas ini menurut Inas, maka akan berdampak pada kerugian yang akan dialami PGN ditaksir mencapai Rp120 miliar per tahun, atau berkisar Rp240 miliar hingga kontrak jual beli gas kedua perusahaan tadi berakhir pada 2019.

 

Seperti diketahui, Menteri ESDM Ignasius Jonan menerbitkan Surat Keputusan bernomor 5882/12/MEM.M/2017 yang ditandatangani 31 Juli 2017, bahwa COPI diperbolehkan menaikan harga jual gas dengan volume 27,27 - 50 billion british thermal unit per day (BBTUD) dari 2,6 dolar AS per million metric british thermal unit (MMBTU) menjadi 3,5 dolar AS per MMBTU. Namun di sisi lain, PGN selaku pembeli gas tidak diperkenankan menaikan harga jual gasnya ke PT PLN (Persero), pengembang listrik swasta atau independent power producer (IPP) hingga pelanggan rumah tangga yang berdomisili di wilayah Batam, Kepulauan Riau. "Berdasar keputusan tersebut, saya rasa tidak adil dan cenderung merugikan perusahaan negara," ujar Inas. Ia menambahkan, kalau yang mengerti tentunya akan paham, apakah kenaikan harga 0,9 dolar AS per mmbtu menjadi 3,5 dolar AS per mmbtu itu pantas diberikan ketika kontrak COPI sudah dimulai puluhan tahun lalu. Sebagai informasi, lapangan Grissik adalah salah wilayah kerja migas yang berada di blok Corridor, Sumatera Selatan telah dikelola ConocoPhillips sejak 1983 dan akan berakhir 19 Desember 2023. Sepanjang semester I 2017 produksi gas blok Corridor sudah mencapai 980 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

 

 

Antara

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X