
hariansuara.com, Jakarta – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Wilayah Maluku-Papua tengah meminta investor untuk mendukung program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga untuk daerah Indonesia bagian Timur atau daerah yang masih terisolir.
"Kalau ada investor baru silahkan saja karena ini zaman terbuka, yang penting program ini sukses," ujar Ketua Umum Hiswana Migas Maluku-Papua Muhammad Markum, di Jayapura, Selasa (22/8). Markum mengakui, di beberapa daerah masih sulit mendapatkan investor untuk membuka APMS karena masalah lahan. Ia pun berharap hal tersebut dapat segera diselesaikan. "Tentunya Hiswana memberi dukungan untuk program negara dalam mendistribusikan BBM ke masyarakat, dimana salah satu kendalanya adalah tempat dan perizinan. Mudah-mudahan Pemda bisa mendorong pelaksanaan BBM Satu Harga," kata Markum. Meski begitu Markum menegaskan, Hiswana Migas sebagai rekanan Pertamina, tidak akan mengurungkan niatnya untuk menyalurkan BBM hingga ke wilayah terisolir. "Kalau kendala pasti ada, tapi kami sebisa mungkin menetralisir agar pelayanan kepada masyarakat terpenuhi. Kendalanya kadang-kadang di cuaca dan infrastruktur jalan," ungkap Markum. Sebelumnya, External Relation Pertamina MOR VIII Maluku dan Papua, Fahrougi Andriani Sumampouw, sempat menuturkan rencana pembangunan APMS di Distik Bokondini (Kabupaten Tolikara), Distrik Ilu (Puncak) dan Distrik Bolakme (Jayawijaya), Pertamina masih mencari investor untuk dijadikan rekanan. Menurut Fahrougi, Pertamina tengah berupaya membangun 10 SPBU Kompak di wilayah Papua dan prosesnya sedang berjalan, guna meneruskan program "BBM Satu Harga". "Di 2017 ini kami rencanakan untuk mendirikan 10 SPBU Kompak, ada yang masih mencari investor dan ada yang sudah dalam tahap pembangunan fisiknya," pungkasnya.
Antara
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU