Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Kebijakan Gross Split, Asosiasi Industri Migas Wait and See

Ekonomi & Bisnis
13 Sep 2017
Kebijakan Gross Split, Asosiasi Industri Migas Wait and See

 

 

hariansuara.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah membuat lima kebijakan agar iklim investasi di hulu migas kembali atraktif. Salah satunya adalah penetapan PP Nomor 27 tahun 2017 sebagai revisi PP Nomor 79 tahun 2010, Permen tentang Gross Split dan Participating Interest 10%. Regulasi gross split diatur dalam Peraturan Menteri Energi Nomor 8 Tahun 2017.

 

Melihat terobosan baru yang dilakukan pemerintah ditanggapi positif oleh Asosiasi Industri Penunjang Migas (INPEMIGAS). Ketua Umum INPEMIGAS, Bambang Purwohadi mengatakan pihaknya selaku asosiasi yang berfokus di migas pada sektor penunjang untuk industri hilir, tentunya saat ini pihaknya terus memonitor dan observasi terhadap kebijakan gross split bagi industri migas mengingat ada pro dan kontra pada kebijakan baru tersebut.

 

“Terus terang, kami “wait and see”. investasi migas adalah investasi jangka panjang dan revenue baru bisa dinikmati rata-rata dalam waktu 15 tahun karena faktor exploration, production dan processing," ungkap Bambang dalam Pameran Kontruksi, Energi Dan Teknik Terbesar di Asia Tenggara di JIExpo, Jakarta.

 

Melalui pameran Oil & Gas Indonesia yang digagas oleh PT Pamerindo Indonesia, Bambang berharap dapat dijadikan wadah bertemunya para stakeholders terutama industri migas sehingga ada informasi yang bisa terus ter-update dan memberikan dampak positif pada industri migas. Pamerindo Indonesia dalam hal ini turut mendukung upaya pemerintah untuk mendorong perkembangan industri minyak dan gas.

 

Pamerindo indonesia dan UBM Pameran Niaga Indonesia akan menggelar lima pameran dalam satu perhelatan besar yaitu pameran Mining Indonesia, Construction indonesia, Concrete Show Southeast Asia indonesia, Oil and Gas Indonesia dan Marintec Indonesia yang menjadikan acara ini terbesar di kawasan Asia Tenggara. ini tentunya turut memfasilitasi upaya pemerintah dalam membangun sektor infrastruktur dan energi dalam negeri.

 

Lebih dari 45.000 pengunjung akan hadir di acara ini untuk bertemu dengan para distributor lokal serta perusahaan asing dari 40 negara / wilayah yang memiliki produk dan tekhnologi terkini untuk memberikan solusi dan mengakomodir kebutuhan masing-masing dari sektor pertambangan, konstruksi, infrastruktur, migas, dan bidang kelautanan.

 

“Dalam hal ini Pamerindo Indonesia dan UBM Pameran Niaga Indonesia menghadirkan sebuah mega event dengan menyelenggarakan 5 pameran yang berkesinambungan untuk memberikan beragam solusi kepada para pelaku industri. Sangat efisien dan efektif serta dapat dimaksimalkan oleh masing-masing sektor yang terkait,” terang Project Director Pamerindo Indonesia, Maysia Stephanie.

 

Lebih dari 1450 perusahaan ternama. antara lain Alfa Valves, Atlas Copco Indonesia, Korea Gas Corporation, Mitra Citrajasa Konstruksi, Rieckermann, Rukun Sejahtera Teknik, United Tractors dan Waskita Beton Precast akan hadir di pameran ini untuk menampilkan beragam produk dengan inovasi terkini yang dapat memberikan solusi yang efisien serta efektif di iklim ekonomi dan bisnis yang menantang saat ini. Kelima pameran tersebut akan berlangsung pada tanggal 13-16 September 2017 di JIExpo, Jakarta. 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X