
hariansuara.com, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan lalu terus mengalami penguatan menuju 6.000 poin. Selama sepekan terakhir IHSG telah menguat 0,31 persen menjadi 5.924,12 poin dari 5.905,37 poin di penutupan akhir pekan sebelumnya.
Dalam siaran pers Bursa Efek Jakarta (BEJ), nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) di sepanjang periode 9 hingga 13 Oktober 2017 ikut meningkat 0,47 persen menjadi Rp6.509,77 triliun dari Rp6.478,81 triliun pada akhir pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian BEI sepanjang pekan ini mengalami kenaikan 8,41 persen menjadi Rp6,96 triliun dari Rp6,42 triliun sepekan sebelumnya.
Rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan ini juga mengalami kenaikan 22,71 persen menjadi 9,13 miliar unit saham dari 7,44 miliar unit saham pada pekan lalu. Sedangkan rata-rata frekuensi harian ikut meningkat 3,47 persen menjadi 288,15 ribu kali transaksi dari 278,47 ribu kali transaksi sepekan sebelumnya.
Investor asing kembali mencatatkan jual bersih di sepanjang pekan ini dengan nilai Rp1,33 triliun. Sepanjang tahun ini investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp15,64 triliun.
Dua perusahaan mencatatkan saham perdananya di BEI pada pekan ini. PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) menjadi Emiten ke-25 di 2017 pada Selasa (10/10), yang disusul dengan PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk sebagai Emiten ke-26 pada Rabu (11/10).
Di pekan ini, terdapat dua pencatatan obligasi di BEI, yang pertama pada Senin (9/10) yaitu Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap I Tahun 2017 yang diterbitkan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai nominal sebesar Rp3 triliun.
Pada Kamis (11/10), Obligasi Berkelanjutan III Federal International Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2017 yang diterbitkan oleh PT Federal International Finance (FIFA) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 2,65 triliun. Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2017 adalah 72 Emisi dari 51 Emiten senilai Rp110,74 triliun.
Dengan kedua pencatatan tersebut maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 344 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp367,54 triliun dan USD 47,5 juta, diterbitkan oleh 111 Emiten. Sebanyak 93 seri Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI dengan nilai nominal Rp2.057,78 triliun dan USD 200 juta, dan 10 emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp8,67 triliun.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU