Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Keluarkan Jus Kacang Varian Baru, Jukajo Lakukan Riset dan Libatkan 3 Orang Bidan

Ekonomi & Bisnis
18 Oct 2017
Keluarkan Jus Kacang Varian Baru,  Jukajo Lakukan Riset dan Libatkan 3 Orang Bidan

 

hariansuara.com, Jakarta - PT. Jukajo Sukses Mulia (JUKAJO®) melakukan riset penelitian dalam mengeluarkan 1 varian baru jus kacang yang rencananya akan dilakukan peluncurannya pada akhir tahun 2017 ini.

 

Penelitian yang memakan waktu lebih dari 1 tahun ini menghasilkan penelitian dari berbagai macam sisi dengan tolak ukur dan indikator yang dapat dipertanggung jawabkan secara medis dengan sebelumnya melalui uji laboratorium dan uji kelayakan langsung pada objek manusia.

 

Penelitian strategis ini dilakukan oleh 3 orang bidan bersama tim JUKAJO yaitu Catur E Suksesty, Marthia Ikhlasiah, dan Azimatudar yang mana penelitian ini adalah kali pertamanya di Indonesia dan menjadikan hasil risetnya sebagai satu produk yang dapat di produksi oleh produsen minuman kemasan dan dapat konsumsi oleh publik khususnya ibu hamil dan ibu menyesui.

 

Adapun pada penelitian ini dimulai dengan pemilihan kacang hijau (Phaseolus Radiatus) sebagai galactogogue didasarkan pada  kandungan nutrisinya diantaranya karbohidrat yang merupakan  komponen  terbesar  dari  kacang hijau  yaitu  sebesar  62-63% .

 

Kandungan  lemak  pada  kacang  hijau  adalah 0,7-1 gr/kg kacang hijau segar yang terdiri atas 73%  lemak tak jenuh  dan 27% lemak jenuh, sehingga aman dikonsumsi. Berdasarkan jumlahnya, protein merupakan penyusun utama kedua setelah karbohidrat. Kacang hijau mengandung 20-25% protein. Protein pada kacang hijau mentah memiliki daya cerna sekitar 77%.

 

Daya cerna yang tidak terlalu tinggi tersebut disebabkan oleh adanya zat antigizi, seperti antitrypsin dan tanin (polifenol) pada kacang hijau. Pemenuhan nutrisi yang adekuat selama proses laktasi dapat mempengaruhi pengeluaran hormon prolaktin setelah makan.

 

Selain kacang hijau (Phaseolus Radiatus)  yang dapat memicu pengeluaran ASI, tanaman adas (Foenicumum vulgar L.) juga merupakan tumbuhan yang dipercaya masyarakat khususnya di pulau jawa sebagai tanaman yang merangsang produksi ASI. Tanaman adas (Foenicumum vulgar L.)  banyak ditanam di Indonesia, India, Eropa dan Jepang karena mempunyai banyak manfaat. Daun adas dipercaya masyarakat sebagai pelancar ASI bagi ibu menyusui. Tanaman adas mengandung flavonoid tinggi yang dapat mempengaruhi sistem endokrin dan fungsi hormon seperti merangsang sekresi air susu.

 

Ida Rosida, Founder & Commisioner Jukajo mengatakan tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsumsi jus campuran kacang hijau (Phaseolus Radiatus) dan daun adas (Foenicumum vulgar L.)   pada ibu menyusui berpengaruh terhadap peningkatan hormon prolaktin dan berat badan bayi.

 

"Sehingga harapannya dengan hasil penilitian yang sangat ketat dan terarah dapat memberikan hasil maksimal pada jenis varian Jukajo yang akan kami luncurkan akhir tahun 2017 ini”. tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima hariansuara.com, Rabu, (18/10)

 

Sementara itu, Raja Fauzi Hariansyah, CEO JUKAJO menegaskan peranan 3 bidan yang telah melakukan penelitian bersama kami sangatlah diluar prediksi, hasil penilitian yang sangat luar biasa ini perlu kami sampaikan kepada publik dalam rangka untuk memberikan informasi bahwa JUKAJO adalah produsen minuman yang selalu konsen dalam hal pembuatan produksi dengan melalui proses riset dan penelitaan panjang hingga akhirnya diproduksi dan dikonsumsi oleh publik.

 

“Hasil penelitian yang sangat membanggakan bersama 3 bidan ini akan kami kemas dalam 1 varian baru minuman yang akan diluncurkan pada akhir tahun 2017 ini yang semoga bukan saja bermanfaat untuk para ibu dan anaknya kelak, tetapi kami ikut serta dalam membantu mempersiapkan generasi penerus bangsa yang cakap, pintar dan kreatif” tambahnya.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X