
hariansuara.com, Surabaya - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III mencatat kinerja operasional yang positif pada arus petikemas, arus barang dan kunjungan kapal pada Triwulan ketiga tahun 2017.
Trafik arus petikemas dalam satuan boks dan TEUs di Triwulan ketiga tahun 2017 masing-masing tercatat meningkat sebesar 6 persen. Trafik arus petikemas dalam satuan boks terealisasi sebesar 2.910.328 boks dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yang tercatat sebesar 2.754.799.
Sedangkan dalam satuan TEUs tercatat terealisasi sebesar 3.589.742 TEUs dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yang tercatat sebesar 3.376.369 TEUs. Kenaikan arus petikemas dikarenakan peningkatan arus petikemas di beberapa pelabuhan cabang, diantaranya mulai kembali berproduksinya perkebunan sawit sebagai komoditi utama hinterland Pelabuhan Sampit dan dioperasikannya dua unit Container Crane di Terminal Bagendang, serta dukungan alat seperti fixed crane, reach stacker, dan forklift di Pelabuhan Batulicin Cabang Kotabaru.
CEO Pelindo III, IG. N. Askhara Danadiputra menyampaikan bahwa selain arus petikemas, kunjungan kapal pada Triwulan ketiga tahun 2017 dalam satuan Gross Tonnage (GT) juga menunjukkan kenaikan yang signifikan. Tercatat arus kunjungan kapal mengalami peningkatan sebesar 15 persen yang terealisasi sebesar 177.963.293 GT dibanding periode yang sama tahun 2016 yang tercatat sebesar 154.807.776 GT. Sedangkan dalam satuan unit arus kunjungan kapal mengalami kenaikan sebesar satu persen yaitu sebesar 46.317 unit dibanding dengan periode yang sama tahun 2016 tercatat sebesar 45.733 unit.
“Perbedaan yang mencolok antara kenaikan kunjungan kapal dalam satuan unit yang naik satu persen dan kunjungan kapal dalam satuan GT yang naik 15 persen tersebut menunjukkan ukuran kapal yang melakukan kegiatan operasional di pelabuhan wilayah Pelindo III semakin besar,” imbuh Askharadalam siaran persnya, Rabu, (1/11).
Ia mengatakan kenaikan kunjungan kapal tersebut ditopang dari kenaikan kunjungan kapal di Pelabuhan Cabang Banjarmasin, Tenau Kupang, Tanjung Emas, Tanjung Wangi dan Kumai.
Untuk arus barang pada Triwulan ketiga tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 23 persen yang tercatat sebesar 58.632.772 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 tercatat sebesar 47.659.581 ton. Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat menjabarkan untuk arus barang perdagangan luar negeri mencapai 14.236.861 ton dan dalam negeri mencapai 44.395.911 ton ditahun 2017. Faruq menambahkan bahwa peningkatan arus barang salah satunya adalah karena adanya peningkatan arus komoditi curah kering seperti batubara di Cabang Banjarmasin, Gresik dan Kotabaru.
Selain itu, tanggal 18 September 2017 yang lalu Pelindo III telah melakukan sandbreaking Pengembangan Pelabuhan Benoa yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan; Gubernur Provinsi Bali, dan Walikota Denpasar. Investasi yang dikeluarkan Pelindo III untuk pembangunan Pelabuhan Benoa mencapai Rp 1,7 triliyun dengan investasi infrastruktur terminal Rp 500 milyar dan Rp 1,2 triliyun untuk pengerjaan kolam dermaga dan alur pelayaran. Rencananya pembangunan pengembangan pelabuhan Benoa sebagai Terminal Cruise dan Marina akan rampung pada Oktober 2018.
“Pengembangan Pelabuhan Benoa dengan kedalaman alur mencapai minus 12 meter LWS, sehingga kapal dengan panjang lebih dari 300 meter dengan membawa 5.000 penumpang bisa sandar di Pelabuhan Benoa”, pungkas Faruq.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU