Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pelindo III Pangkas Waktu Tunggu Kapal Guna Efisiensi Biaya Logistik

Ekonomi & Bisnis
21 Nov 2017
Pelindo III Pangkas Waktu Tunggu Kapal Guna Efisiensi Biaya Logistik

 

 

hariansuara.com, Surabaya - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional. Hal ini dapat dilihat dari upaya peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antarpelabuhan, termasuk dengan pelabuhan di luar wilayah kerja Pelindo III. Salah satunya adalah melalui pola windows system.

 

Dengan pola tersebut, pengguna jasa mempunyai kepastian kapalnya akan bersandar dan mendapatkan pelayanan bongkar muat tanpa adanya waktu tunggu kapal (zero waiting time), di samping produktivitas bongkar muat yang diberikan oleh Pelindo III semakin meningkat.

 

Dengan tidak adanya waktu tunggu kapal dan tingginya produktivitas bongkar muat mempercepat waktu kegiatan kapal di pelabuhan sehingga biaya operasional kapal akan semakin berkurang yang pada akhirnya akan menurunkan biaya logistik (nasional).

 

Improvement yang dilakukan oleh Pelindo III dengan menerapkan standarisasi pelayanan, terutama pelayanan peti kemas dengan penyiapan fasilitas dan peralatan yang memadai. CEO Pelindo III, Ari Askhara, mengatakan bahwa saat ini Pelindo III telah menyiapkan 41 unit Container Crane (CC), 28 unit Harbour Mobile Crane (HMC), dan 75 Rubber Tyred Gantry (RTG).

 

“Dengan kekuatan alat produksi yang dimiliki saat ini, Pelindo III terus berupaya untuk memberikan layanan yang cepat dan aman bagi pengguna jasa. Ke depannya produktivitas dan peremajaan alat akan terus dilakukan. Direncanakan secara bertahap sampai dengan tahun 2020 penambahan 10 unit CC, 10 HMC dan 15 unit RTG baru. Selain program pengadaan alat baru, Pelindo III juga concern terhadap maintenance alat tersebut agar availability di atas 90% yang artinya alat dalam kondisi “sehat” dan siap untuk bekerja,” lanjut Ari dalam keterengan tertulisnya kemarin.

 

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Pemilik Kapal INSA Surabaya, Stenven H. Lesawengan, mengungkapkan bahwa lima tahun yang lalu, Pelindo III untuk mencapai kinerja box crane per hour 25 boks/jam sangat sulit, namun saat ini sudah mencapai 30 an lebih boks/jam.

 

“Bahkan dengan kehadiran Terminal teluk Lamong bisa mencapai 40 boks/jam, itu sudah sangat sesuai dengan keinginan kami (pengguna jasa),” tegasnya. Lebih lanjut, Stenven menyampaikan perbaikan yang dilakukan Pelindo III tidak hanya perbaikan fisik atau infrastruktur, tetapi juga perbaikan “non-fisik” seperti peningkatan nilai-nilai integritas dalam bekerja melalui no tipping pelayanan pandu.

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Hengky Pratoko selaku Ketua DPW Asosiasi Forwarding dan Logistik Indonesia (ALFI/ILFA) Provinsi Jawa Timur, yang menyampaikan saat ini Pelindo III sudah melakukan banyak perbaikan dalam standarisasi pelayanan. Hengky memberikan masukan perlu dikembangkannya integrasi sistem dan informasi dengan instansi terkait.

 

“Seperti dengan Balai Karantina dan Bea Cukai terkait pelayanan impor diharapkan tersedia Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) untuk memangkas waktu proses pemeriksaan petikemas, seperti halnya yang sudah diterapkan di TPK Semarang. Selain itu, perlu adanya penyeragaman pelaksanaan Verified Gross Mass (VGM) untuk meningkatkan safety operasional,” usulnya.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X