Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

PLTS Terapung Pertama di Indonesia Segera Dibangun

Ekonomi & Bisnis
29 Nov 2017
PLTS Terapung Pertama di Indonesia Segera Dibangun

 

hariansuara.com, Jakarta –  Pembangkit Listrik Tenaga Surya(PLTS) terapung pertama di Indonesia segera dibangun. Hal ini ditandai dengan penandatangan project development agreement antara PT PJB dan MASDAR yang disaksikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar bersama Duta Besar Persatuan Emirat Arab (PEA) untuk Indonesia, Mohamed Abdulla Mohammed Bin Mutleq Alghafli beberapa waktu lalu.

 

Penandatangan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara PT PJB dan MASDAR tanggal 16 Juli 2017 tentang Development of Renewable Large Scale Power Projects in the Republic of Indonesia di Abu Dhabi, PEA.

 

"Saya senang dengan kerjasama ini, yang merupakan tindak lanjut dari MoU sebelumnya. Proyek ini akan menjadikan PLTS terapung pertama di Indonesia, selain itu diharapkan dapat menghasilkan tariff listik di bawah Biaya Pokok Penyediaan (BPP) setempat, untuk Jawa Barat dibawah 6.5 cent USD/KWh, karena apabila diatas BPP akan sulit untuk dijalankannya" ujar Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar dalam siaran pers ESDM.

 

Proyek yang dikembangkan adalah Floating Photovoltaic Solar Power Plant 200 MW di waduk Cirata milik PT PJB, untuk Feasibility dan Grid interkoneksi study telah selesai di akhir September 2017, dan telah diserahkan kepada PT PLN (Persero) serta direncanakan pelaksanaan Power Purchase Agreement (PPA) secepatnya.

 

"Proyek ini adalah yang terbesar untuk proyek sejenis, seluas 200 HA disiapkan di Cirata, dengan business to business yang baik, proyek ini juga mengakselerasi untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan memperkuat kerjasama antara Indonesia dan PEA" ungkap President Direktur PT PJB, Iwan Agung Firstantara.

 

Chief Executive Officer MASDAR, Mohammed Al Ramahi proyek pembangkit Floating Photovoltaic Solar mengatakan tidak hanya terbesar di Indonesia juga akan menjadi yang terbesar di dunia.

 

"Saya sangat senang dengan penandatangan ini, mengingat Mubadalla juga menjalin hubungan kerja sama kurang lebih 10 tahun, dan sekarang MASDAR tidak hanya membangun yang terbesar di Indonesia tetapi juga yang terbesar di dunia, dengan adanya perjanjian kerjasama ini mempermudah jalan agar cepat beroperasi,"ujarnya

 

Komitmen pemerintah untuk pengembangan energi terbarukan terus dilanjutkan, penandatangan kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mencapai bauran energi mencapai 23% untuk energi baru terbarukan. Wamen ESDM pun menjelaskan bahwa pemerintah sangat terbuka untuk investor.

"Pemerintah sangat terbuka untuk para investor datang ke Indonesia, kami menawarkan dengan bisnis yang sehat, tentu saja dengan tarif yang lebih rendah dari BPP" pungkas Wamen ESDM.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X