
hariansuara.com, Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) menggelar acara penganugerahan Danamon Entrepreneur Awards (DEA) 2017. Penghargaan ini diberikan kepada wirausahawan Indonesia yang berprestasi.
Dari hasil seleksi dari 607 kontestan, Danamon memilih Nike Lidiyastuti Aritovani (pengusaha pengolahan kuliner cakalang) sebagai Peraih Favorit dari lima peraih DEA 2017. Pemilihan peraih favorit dilakukan melalui proses voting online via website resmi DEA 2017 dari tanggal 19 November 2017 – 5 Desember 2017.
“Kami mengucapkan selamat kepada para peraih DEA 2017, khususnya peraih favorit. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah berpartisipasi dalam proses voting,” kata Head of Corporate Communications Danamon sekaligus Ketua Penyelenggara Danamon Entrepreneur Awards 2017, Atria Rai di Jakarta, Kamis (7/12).
Semoga melalui ajang ini, publik dapat mengenal lebih baik pencapaian dan kekuatan wirausaha Indonesia dalam mengatasi masalah sosial dan ekonomi di sekitarnya.
“Harapan kami, masyarakat melihat kewirausahaan sebagai solusi untuk mencapai kesejahteraan dan para peraih DEA 2017 menjadi contoh nyata serta sumber inspirasi,” ujar Atria Rai.
Ketua Dewan Juri DEA 2017 dan Kepala UKM center (UKMC), Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia T. M. Zakir Machmud menyampaikan, mewakili Dewan Juri DEA 2017, pihaknya sangat bangga dengan tingkat kualitas dan keragaman wirausaha yang mengirimkan proposal untuk mengikuti penghargaan ini. Hal ini mencerminkan kekuatan dan jiwa inovatif wirausaha Indonesia, khususnya usaha kecil menengah (UKM).
“Jumlah pendaftar yang naik 14% dibandingkan ajang tahun lalu juga merupakan bukti bahwa segmen UKM sedang berkembang pesat. Kedua hal ini merupakan tren positif bagi perekonomian Indonesia,” ungkap Zakir.
Selaku peraih favorit, Nike berhak mendapatkan hadiah total sebesar Rp 60 juta. Sementara keempat peraih lainnya menerima hadiah uang tunai masing-masing sebesar Rp 40 juta. Semua peraih hadiah juga menerima Piala DEA 2017 dan piagam penghargaan. Empat peraih DEA 2017 lainnya yang dipilih berdasarkan hasil seleksi Dewan Juri adalah Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy, Irma Suryati, Adrian Gunadi, dan Marshall Pribadi.
Para peraih penghargaan DEA 2017 di kategori fintech yaitu Adrian Gunadi dari PT Investree Radhika Jaya dan Marshall Pribadi dari PT Privy Identitas Digital juga akan berbagi pengalaman dalam workshop Entrepreneurshare dengan tema “Fintech Solusi Literasi di Era Digital” pada tanggal 7 Desember 2017, yang dihadiri oleh kalangan pelaku UKM, mahasiswa dan blogger.
Untuk ajang tahun ini, DEA menghadirkan kategori berbeda dengan fokus lebih kepada segmen UKM dan Fintech, namun tetap mempertahankan kategori Social Entrepreneur. Kategori penghargaan pada DEA 2017 terdiri dari “The Best Small Entrepreneur” untuk kategori pengusaha dengan penghasilan sebesar Rp500 juta – Rp5 miliar per tahun, “The Best Medium Entrepreneur” untuk kategori wirausaha dengan penghasilan Rp5 miliar – Rp50 miliar per tahun, “The Best Social Entrepreneur” untuk kategori Social Entrepreneur, “The Best Fintech Entrepreneur”, serta “The Most Promising Fintech Entrepreneur”.
Dewan Juri DEA 2017 terdiri dari T. M. Zakir Machmud Ph.D - Kepala UKM center (UKMC), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia; Ir. Yuana Setiowati Barnas, MM - Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM; Restu Pratiwi - Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli; Junanto Herdiawan - Plt Kepala Fintech Bank Indonesia; Ardian Taufik Gesuri – Pemimpin Redaksi Harian Kontan; serta Sebastian Togelang – Founder dan Managing Director of Kejora Group (Kejora Ventures).
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU