Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

IKM Logam Perkuat Rantai Pasok Manufaktur

Ekonomi & Bisnis
09 Dec 2017
IKM Logam Perkuat Rantai Pasok Manufaktur

 

hariansuara.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian mendorong industri kecil dan menengah (IKM) sektor logam berperan dalam rantai pasok manufaktur di dalam negeri. Upaya ini dilakukan agar terjalin kerjasama yang saling menguntungkan antara IKM dengan industri besar sehingga keduanya semakin berdaya saing,memiliki akses pasar yang luas, dan strukturnya lebih dalam.

 

“Penguatan peran IKM logam terhadapsupply chain di dalam struktur industri nasional, kami telah lakukan melalui fasilitasi kemitraan IKM dan industri besar,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih pada Seminar Nasional Industri Logam dalam rangka Sewindu Unit Pelayanan Teknis (UPT) Logam di Yogyakarta, Jumat (8/12).

 

Kemenperin mencatat, industri logam baik skala besar maupun IKM menunjukkan kinerja positif dan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. 

 

Pada triwulan III tahun 2017, cabang industri pengolahan non-migas yang mengalami pertumbuhan tertinggi dicapai oleh industri logam dasar sebesar 10,60 persen.

 

“Sementara itu, IKM logam memberikan nilai tambah sebesarRp34 triliun dengan jumlah mencapai145 ribu unit usaha dan menyerap tenaga kerja sebanyak 400 ribu orangpada tahun 2015,” ungkap Gati.

 

Menurutnya, beberapa IKM logam dalam negeri menjadi pemasok komponen bagi industri besar seperti produsen otomotif dan elektronika.

 

Dalam program kemitraan, upaya yang telah dilaksanakan Ditjen IKM Kemenperin, antara lain kerjasama PT. INKA dan PT. KAI dengan Koperasi Batur Jaya yang menaungi IKM Logam Ceper, Jawa tengah untuk menyalurkan komponen kereta api. Selain itu, dilakukan MoU pemenuhan kebutuhan bahan baku pembuatan alat perkakas pertanian seperti cangkul, sekop, mata garu, egrek dan dodos yang melibatkan PT. Krakatau Steel, PT. Boma Bisma Indra, PT. Sarinah dan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia.

 

Sementara itu, perkembangan IKM logam di Kota Yogyakarta juga terus digenjot pertumbuhannya. Untuk terus men-support IKM dalam pengadaan alat produksi dan inovasi produksi, Dinas Perindustrian Perdagangan  Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta mendirikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Logam pada tahun 2007. Saat ini UPT Logam kota Yogyakarta telah membina 67 IKM alumunium.

 

Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan investasi sebesar Rp6,5 milliar kepada UPT Logam kota Yogyakarta berupa Belanja Modal Pengadaan Mesin Injeksi Aluminium. Setelah Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan investasi, retribusi UPT Logam Kota Yogyakarta mampu membukukan pendapatan yang terus meningkat.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X