
hariansuara.com, Jakarta - Sejak tahun 2016 hingga 4 Desember 2017, PT. Pertamina (Persero) telah mengoperasikan 33 Penyalur BBM Satu Harga.
Dengan beroperasinya empat Penyalur BBM Satu Harga di Bengkulu, yang belum lama dilakukan penandatangan prasasti sebagai tanda beroperasinya secara resmi empat Penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga PT Pertamina (Persero). Realisasi Penyalur BBM Satu Harga Pertamina mencapai 37 Penyalur.
"Sampai saat ini, kalau yang sudah dijalankan SPBU Pertamina 37 titik. Jadi targetnya itu 154 titik sampai 2019. Masih ada 117 kecamatan lagi yang harus diadakan fasilitas supaya BBM Satu Harga sampai ke penyalur resmi atau ke SPBU atau ke Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS). Jadi masih 117 lagi," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dalam siaran persnya.
Menteri ESDM mengungkapkan, Pemerintah selalu berusaha melakukan pemerataan pembangunan, terutama di wilayah terpencil, terluar dan terjauh (3T).
"Enggano ini salah satu pulau terluar. Kita memilih daerah yang terluar. Pemerintah selalu berusaha melakukan pemerataan pembangunan. Ini ada 4 (SPBU) dijadikan satu. Ada Enggano, Atambua, Biduk-Biduk dan Mentawai," jelas Menteri Jonan.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Elia Massa Manik menegaskan pertamina berkomitmen untuk merealisasikan program BBM Satu Harga ini hingga titik ke 154. Pertamina, menurut Massa, menjalankan penugasan dari Negara.
"Pertamina melayani sampai 154 titik di seluruh Indonesia, penuh perjuangan. Kami mohon dukungan dari semua stakeholder, kita sama2 komit sehingga BBM sampai di titik terujung di APMS itu dengan harga yang sama, yang fair. Kami sendiri di Pertamina tidak ada urusan untung rugi. Saya beberapa kali menegaskan, memang benar pertamina mengejar keuntungan, tapi Pertamina juga menjalankan penugasan dari negara. Tentu kami komit," terang Massa.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU