Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Industri Mamin Tetap Tumbuh Positif di Tahun Politik

Ekonomi & Bisnis
31 Jan 2018
Industri Mamin Tetap Tumbuh Positif di Tahun Politik

hariansuara.com, Jakarta - Industri makanan dan minuman (mamin) nasional diyakini tetap tumbuh positif pada 2018 yang termasuk sebagai tahun politik dengan berlangsungnya pemilihan kepala daerah (pilkada) di berbagai wilayah di Indonesia. Momentum pilkada ini berpotensi dapat meningkatkan konsumsi produk mamin lokal.

“Trennya memang pertumbuhan industri mamin di atas 7 persen, dengan catatan adanya aturan atau kebijakan yang mendukung peningkatan produksi. Kami memproyeksi kinerja industri mamin tahun ini sebesar 8-9 persen, sebagai target moderat,” kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto dalam siaran pers Kemenperin kemarin.

Berdasarkan catatan Kemenperin, laju industri mamin pada triwulan III tahun 2017 mencapai 9,46 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,06 persen di periode yang sama. “Jadi, rata-rata kuartal I-III tahun 2017, sektor ini diperkirakan sebesar 8,24 persen,” ujar Panggah.

Menurutnya, selama ini industri mamin berkontribusi signifikan kepada pertumbuhan ekonomi nasional, terutama sumbangsihnya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas. Pada triwulan III/2017, tercatat industri mamin memberikan hingga 34,95 persen atau tertinggi dibandingkan capaian subsektor lainnya.

Kemudian, sumbangan besar lainnya terlihat dari nilai ekspor produk mamin pada tahun 2017 mencapai USD31,8 miliar (termasuk minyak kelapa sawit). Adapun di luar minyak kelapa sawit, sebesar USD11,5 miliar. “Sehingga neraca perdagangan mengalami surplus bila dibandingkan dengan nilai impor produk mamin pada periode yang sama sekitar USD9,88 miliar,” tutur Panggah.

Bahkan, kontribusi penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur didominasi oleh industri mamin sebanyak 3,3 juta orang atau sebesar 21,34 persen.Sementara itu, pada periode Januari-September 2017, nilai investasi industri mamin mencapai Rp27,9 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), sedangkan nilai investasi untuk penanaman modal asing (PMA) sebesar USD1,4 miliar.

“Untuk itu, mutlak dilakukan sinergi program dan kegiatan antara pemerintah dan stakeholder dalam pengembangan industri mamin nasional, mulai dari sektor primer sebagai penyedia bahan baku, hingga sektor industri pengolahan dan sektor moneternya,” papar Panggah.

Sedangkan, guna memacu daya saing dan mempercepat industrialisasi, diperlukan pula langkah strategis seperti mempermudah akses bahan baku, sistem logistik dan distribusi, serta kegiatan penelitian dan pengembangan. Upaya ini juga mendukung dalam penerapan Industry 4.0.

“Industri mamin kita sudah menyiapkan sarana-prasarananya, antara lain teknologi, infrastruktur yang mendukung, dan kompetensi SDM industri. Sehingga sektor ini lebih mampu kompetitif baik di pasar dalam maupun luar negeri,” imbuhnya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X