Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pemerintah Bidik 20 IKM Jadi Startup Tahun 2018

Ekonomi & Bisnis
09 Feb 2018
Pemerintah Bidik 20 IKM Jadi Startup Tahun 2018

hariansuara.com, Jakarta - Menghadapi era ekonomi digital, pelaku industri kecil dan menengah (IKM) perlu memanfaatkan teknologi manufaktur terkini dan peluang e-commerce. Kementerian Perindustrian pun semakin gencar melahirkan wirausaha industri baru, termasuk sektor usaha rintisan (startup). 

“Keberadaan startup sekarang sangat dibutuhkan untuk menjual produk-produk IKM lokal kita semakin meningkat serta menumbuhkan perdagangan melalui e-commerce,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulisnya belum lama ini.

Gati menyebutkan, pemerintah menargetkan bisa membawa 20 IKM untuk menjadi startup. Angka ini dua kali lipat lebih besar dibandingkan tahun lalu yang berhasil mencetak sembilan IKM sebagai startup. “Tahun 2014, kami bawa lima IKM jadi startup. Selanjutnya, di 2015 ada delapan IKM jadi startup, dan tahun 2016 naik menjadi 11 IKM yang kami bawa jadi startup,” ungkapnya.

Guna mewujudkan sasaran tersebut, Kemenperin memiliki program strategis untuk mengedukasi para pelaku IKM nasional agar mampu memasarkan produknya melalui marketplace. “Kami sudah membuat platform digital, yang dinamakan e-Smart IKM. Program ini telah dimulai sejak tahun lalu sebagai sarana perluasan pasar IKM kita,” lanjut Gati.

Dalam program pembinaan pelaku IKM, Kemenperin juga telah bekerjasama dengan PT Ruang Raya Indonesia (ruangguru.com) tentang peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor industri melalui pemanfaatan teknologi informasi digital.

“Salah satunya melalui pembinaan program e-Smart IKM. Kerja sama melalui pemanfaatan konten digital ini diharapkan dapat meningkatan efektivitas program pengembangan industri,” ujar Gati.

Hal senada pun disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, melalui platform Ruangguru, pihaknya akan terus mendorong pembangunan kapasitas SDM lokal termasuk dalam pengembangan IKM supaya semakin produktif dan berdaya saing.

“Indonesia sebagai negara ke-9 yang kontribusi sektor manufakturnya terbesar di dunia, sudah waktunya e-marketplace diisi oleh produk-produk dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Menperin, tahun depan merupakan tahunnya ekonomi di Asean, dengan didorongnya digital connectiondan Indonesia sebagai hub atau menjadi core digitalyang memacu produk-produk IKM bisa meramaikan pasar Asean dengan potensi mencapai 500 juta jiwa.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU