-640x427.jpeg)
hariansuara.com, Jakarta - Penciptaan kerja adalah perubah ekonomi-politik yang sangat krusial karena menjadi kunci pengentasan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.
Demikian tutur Dradjad H. Wibowo, Ekonom Senior INDEF dan Dewan Kehormatan PAN dalam diskusi INDEF "Mampukah Pemerintahan Jokowi-JK Ciptakan Lapangan Kerja?”, Jakarta, Selasa, (20/2).
Namun menurut Drajad jika melihat dua indikator penciptaan kerja, kinerja pemerintahan Jokowi-JK ternyata lebih rendah dari SBY-Boediono, tapi lebih baik dari SBY-JK. Rata-rata pertambahan penduduk bekerja di era Jokowi-JK sebesar 2.127.211 penduduk per tahun, lebih rendah dari era SBY-Boediono sebesar 2.868.457.
"Rasio penciptaan kerja (RPK) era Jokowi-JK sebesar 426,297 penduduk per 1% pertumbuhan ekonomi, lebih rendah dari era SBY-Boediono sebesar 467.082 penduduk." tuturnya.
Sementara itu menurut Nailul Huda, Peneliti INDEF, pada era Jokowi-JK, dua sektor ekonomi justru minus
penciptaan kerjanya. Di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan, jumlah penduduk bekerja berkurang 700.624 penduduk. Ini melanjutkan tren minus pada era SBY-Boediono. Sektor pertambangan dan penggalian juga kehilangan hampir50 ribu penduduk bekerja.
RPK di pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan serta sektor pertambangan dan penggalian mengalami kondisi minus di 3 tahun awal pemerintahan Jokowi-JK. Artinya, pertumbuhan output sektor ini justru diikuti pengurangan jumlah penduduk bekerja. Sedangkan di sektor industri pengolahan, meskipun RPKnya positif, namun lebih rendah dari 3 tahun awal SBY-Boediono.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU