Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Indef: Pemerintahan Jokowi-JK Kurang Maksimal Ciptakan Lapangan Kerja

Ekonomi & Bisnis
20 Feb 2018
Indef: Pemerintahan Jokowi-JK Kurang Maksimal Ciptakan Lapangan Kerja

hariansuara.com, Jakarta - Penciptaan kerja adalah perubah ekonomi-politik yang sangat krusial karena menjadi kunci pengentasan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.

Demikian tutur Dradjad H. Wibowo, Ekonom Senior INDEF dan Dewan Kehormatan PAN dalam diskusi  INDEF "Mampukah Pemerintahan Jokowi-JK Ciptakan Lapangan Kerja?”, Jakarta, Selasa, (20/2).

Namun menurut Drajad  jika melihat dua indikator penciptaan kerja, kinerja pemerintahan Jokowi-JK ternyata lebih rendah dari SBY-Boediono, tapi lebih baik dari SBY-JK.  Rata-rata pertambahan penduduk bekerja di era Jokowi-JK sebesar 2.127.211 penduduk per tahun, lebih rendah dari era SBY-Boediono sebesar 2.868.457.

"Rasio penciptaan kerja (RPK) era Jokowi-JK sebesar 426,297 penduduk per 1% pertumbuhan ekonomi, lebih rendah dari era SBY-Boediono sebesar 467.082 penduduk." tuturnya.

Sementara itu menurut Nailul Huda, Peneliti INDEF, pada era Jokowi-JK, dua sektor ekonomi justru minus
penciptaan kerjanya. Di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan, jumlah penduduk bekerja berkurang 700.624 penduduk. Ini melanjutkan tren minus pada era SBY-Boediono. Sektor pertambangan dan penggalian juga kehilangan hampir50 ribu penduduk bekerja.

RPK di pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan serta sektor  pertambangan dan penggalian mengalami kondisi minus di 3 tahun awal pemerintahan Jokowi-JK. Artinya, pertumbuhan output sektor ini justru diikuti pengurangan jumlah penduduk bekerja. Sedangkan di sektor industri pengolahan, meskipun RPKnya positif, namun lebih rendah dari 3 tahun awal SBY-Boediono.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X