Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Pemulangan 91 Satwa Langka Indonesia dari Davao City, Filipina

Kabar KBRI
31 Jul 2020
Pemulangan 91 Satwa Langka Indonesia dari Davao City, Filipina

hariansuara.com, Filipina – Berkat kerjasama yang baik, akhirnya 91 individu satwa langka Indonesia yang diselundupkan berhasil dipulangkan ke Tanah Air pada 27 Juli 2020. Pemerintah Indonesia, dalam hal ini kerjasama multisector—Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao, serta Combating Illegal Wildlife Trade (CIWT) Project telah memulangkan (repatriasi) 91 individu satwa langka Indonesia selundupan yang masuk ke Filipina. Di antaranya ada spesies reptil, mamalia, dan burung seperti kakatua, kasuari, walabi, Papuan Hornbill (burung paruh besar), Lori hitam dan merah, dan beo pesquet. 

Konsul Jenderal RI Davao City, Dicky Fabrian, melepas satwa-satwa tersebut pada pukul 18:00 WS yang dinaikkan di kapal Gloria 28 dari pelabuhan Sta. Ana Davao menuju Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Hadir ikut menyaksikan, perwakilan dari Department of Environment and Natural Resources (DENR) Region XI, Davao City, dan Davao Crocodile Park, Biro Animal Industry. Jadwal ketibaan Selasa, 28 Juli 2020.

Konsul Jenderal RI Davao City mewakili Pemerintah Indonesia menerima satwa Indonesia dari pemerintah Filipina yang diwakili oleh Department of Environment and Natural Resources (DENR) Region XI, Davao City. Repatriasi 91 individu satwa Indonesia dari Davao melaksanakan penetapan pengadilan Republic of the Philippines Municipal Trial Court in Cities 11th Judicial Region, Mati City Davao Oriental pada 14 Oktober 2019. Sebelum proses kepulangan, satwa langka Indonesia itu dirawat di Davao Crocodile Park, sebuah tempat konservasi satwa milik swasta.  

Kerjasama pencegahan dan pengembalian satwa langka Indonesia dan Filipina ini dimungkinkan oleh adanya keputusan pengadilan di Mati City, Filipina karena kedua negara sama-sama anggota dari Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah (CITES). Pembiayaan repatriasi satwa Indonesia ini ditanggung oleh Indonesia dan menjadi salah satu komitmen Pemerintah Indonesia untuk melindungi kekayaan hayati dan kelestarian satwa Indonesia di habitatnya.

Mayoritas hewan langka ini berasal dari Indonesia bagian timur. Karenanya, pemulangan melalui jalur laut menuju Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Rujukan pertama di Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki untuk menjalani proses rehabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alamnya. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X