
hariansuara.com, Jakarta - Avicii, salah satu DJ paling sukses di dunia yang membantu mengantar musik elektronik bergaung di seluruh dunia, meninggal pada Jumat di Oman di usia 28 tahun.
DJ asal Swedia ini ditemukan tak nernyawa di Ibu Kota Kesultanan Teluk Muscat. "Ini adalah kesedihan mendalam bahwa kami mengumumkan meninggalnya Tim Bergling yang juga dikenal sebagai Avicii," kata manajemennya dalam sebuah pernyataan, tanpa menyebutkan penyebab kematian.
"Keluarga hancur dan kami meminta semua orang untuk menghormati kebutuhan privasi mereka di masa sulit ini. Tidak ada pernyataan lebih lanjut yang akan diberikan."
Avicii adalah salah satu DJ paling sukses di seantero jagat. Maitrai Joshi, seorang DJ di Muscat Hills Resort, mengatakan dia melihat Avicii sedang berlibur di Oman untuk pertama kalinya.
"Saya melihatnya lagi keesokan harinya dan dia ramah, rendah hati dan mengambil beberapa foto," kata Joshi dikutip AFP.
Avicii salah satu DJ yang menerobos arus utama saat musik dansa elektronik berkembang selama dekade terakhir dari klub malam ke Radio Top 40. Dia menciptakan hit global A Sky Full of Stars milik Coldplay, di mana dia menambahkan unsur electronik yang energik.
Dia juga membantu memproduksi album terakhir Madonna. Di Instagram, superstar pop itu memposting foto dirinya bersama Avicii dan menulis, "Sangat Tragis. Selamat tinggal Tim. Pergi terlalu cepat."
Hit terbesar lainnya termasuk Wake Me Up yang menjadi nomor satu di seluruh Eropa pada 2013 yang menampilkan penyanyi soul Aloe Blacc.
Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven menyebut Avicii sebagai salah satu nama musisi terbesar Swedia di zaman modern ini. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU